Kapten Persebaya Bantah Timnya Kalah karena Takut Suporter Arema

Oleh Aditya Wany pada 16 Agu 2019, 13:10 WIB
Kapten Persebaya Surabaya, Ruben Sanadi

Bola.com, Surabaya - Kapten Persebaya Surabaya, Ruben Sanadi, menepis anggapan Bajul Ijo kalah telak dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019), karena takut dengan tekanan dari suporter tuan rumah. 

Kekalahan Persebaya Surabaya dengan skor 0-4 dari Arema FC melahirkan tanda tanya besar. Duel itu sempat dilabeli Derbi Jatim dengan embel-embel sarat gengsi dan penuh rivalitas sesama klub Jawa Timur.

Yang terjadi, Arema menegaskan dominasinya atas Persebaya. Tak muncul jual beli serangan dengan permainan seru yang diperagakan kedua tim. Persebaya kalah telak dalam segala hal dalam duel pekan ke-14 Shopee Liga 1 2019.

Para pemain Persebaya juga terlihat sangat tertekan dengan teror suporter tuan rumah, Arema FC, yang terus menyanyikan lagu bernada negatif. Tapi, kapten Persebaya, Ruben Sanadi, menolak anggapan timnya takut dengan teror itu.

“Kami tidak pernah takut teror suporter tuan rumah. Kami semua profesional, mau dihajar apa pun,” kata Ruben kepada awak media selepas pertandingan.

Gangguan dari Aremania berpengaruh kepada tim lawan, terlebih datang dengan status rival abadi. Persebaya kini semakin merana karena belum berhasil membobol gawang Arema saat bertandang ke Malang dalam tiga lawatan terakhir.

Selain tekanan itu, pergantian pelatih diduga juga sangat memengaruhi permainan para pemain Bajul Ijo. Djadjang Nurdjaman yang dipecat membuat mereka harus beradaptasi di duel ini. Pelatih sementara Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, belum memberi bukti bisa menjadi pengganti yang sepadan.

 

 

2 of 2

Selalu Fokus

Arema, Persebaya Surabaya, Liga 1 2019, Shopee Liga 1 2019
Dua pemain Persebaya Surabaya, Ruben Sanadi dan Rachmat Irianto, tertunduk lesu setelah timnya kalah telak 0-4 dari Arema FC dalam laga pekan ke-14 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Namun, lagi-lagi Ruben membantah suasana Persebaya Surabaya masih buruk selepas perpisahan dengan pelatih berusia 60 tahun itu.

“Kami juga sepakat tidak boleh berpikir di luar pertandingan. Kami ingin selalu fokus dalam pertandingan. Apa pun yang terjadi, kami mendukung keputusan coach,” imbuh Ruben.

Secara permainan, Persebaya tertinggal dalam semua hal. Bajul Ijo tidak banyak menciptakan peluang yang membahayakan Arema. Bahkan, lini belakang Persebaya yang dipimpin oleh Otavio Dutra sangat keropos.

“Kami pemain semua bermain di luar dugaan. Kami sekarang akan tetap bersama. Kami harus berterima kasih tetap bersama pelatih,” ujar Ruben.

Lanjutkan Membaca ↓