Viola Kurniawati Angkat Bicara Setelah Mundur dari PSS

Oleh Vincentius Atmaja pada 18 Agu 2019, 21:45 WIB
Diperbarui 18 Agu 2019, 21:45 WIB
Viola Kurniawati
CEO PSS Sleman, Viola Kurniawati usai menyaksikan laga melawan Persela Lamongan di Stadion Maguwoharjo, Kamis (15/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Viola Kurniawati mengundurkan diri dari jabatan CEO PSS Sleman, Sabtu (17/8/2019). Viola membeberkan penyebab dirinya mundur dari jajaran manajemen tm Super Elang Jawa.

Situasi pelik, terutama adanya kabar tak sedap terkait bonus pemain, menjadi satu di antara penyebab dirinya mundur. PSS dikabarkan tak kunjung mendapat bonus dari manajemen padahal meraih hasil cukup positif dalam beberapa pertandingan.

PSS berhasil bercokol di posisi empat besar klasemen, sebelum ditahan imbang Persela Lamongan (15/8/2019). Suporter PSS pun patungan mengumpul uang yang didonasikan untuk pemain sebagai pengganti bonus. Dana yang terkumpul sebesar Rp 240 juta dan diberikan kepada pemain setelah laga kontra Persela. 

Viola tak nyaman menghadapi isu itu. Padahal menurutnya ia sudah melakukan hal yang menjadi tugasnya, termasuk mencairkan bonus pemain.

"Bonus pemain memang dari awal sudah ada. Saya tidak tahu sebelumnya seperti apa. Tapi ketika saya masuk, saya ubah yang bisa membuat tim nyaman. Kami pastikan bonus itu ada," kata Viola Kurniawati, Minggu (18/8/2019).

Viola baru seumur jagung menjabat sebagai CEO PSS Sleman. Mantan media officer Persija Jakarta ini menjabat CEO sejak 18 Mei 2019.

 

2 dari 2 halaman

Respons Manajemen

Soekeno
Soekeno mengundurkan diri dari jabatan sebagai CEO PSS Sleman. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Surat pengunduran diri yang dibuat Viola tertanggal (16/8/2019) dan berlaku efektif (31/8/2019). Pemegang saham PT PSS segera membahasnya dalam pertemuan.

Komisaris perusahaan yang menaungi PSS Sleman, Soekeno menyayangkan keputusan pengunduran diri Viola.

"Kami tidak mau tergesa-gesa dalam menentukan sikap. Kami akan berbicara dengan para pemegang saham dan pemangku kepentingan di Sleman untuk seperti apa kedepannya," kata Soekeno. 

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku