Tumbangkan PSIS 3-0, Madura United Dinilai Bermain Monoton

Oleh Aditya Wany pada 24 Agu 2019, 22:32 WIB
Madura United Vs PSIS Semarang

Bola.com, Pamekasan - Madura United berhasil bangkit dari keterpurukan gagal menang dalam lima pertandingan Shopee Liga 1 2019. Mereka mengakhiri paceklik kemenangan dengan menumbangkan PSIS Semarang 3-0 pada pekan ke-16 di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Sabtu (24/8/2019) malam.

Dua gol pertama Madura United dicetak oleh duo sayap, yaitu Alfath Faathier (59’) dan David Laly (71’). Satu gol lainnya merupakan gol bunuh diri yang dilakukan oleh pemain asing PSIS Semarang, Patrick Mota.

Pelatih interim Madura United, Rasiman menyebut pertandingan ini berjalan sulit buat timnya. Dia mencoba membuat Laskar Sape Kerap bermain terbuka dan menguasai permainan, namun PSIS memilih bertahan dan menunggu bola. 

“Kami bermain cukup sabar walaupun babak pertama sulit. Mereka bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Serangan balik itu pasti berbahaya untuk tim yang mendominasi penguasaan bola. Babak kedua, puji syukur, kami menutup lubang kami,” kata Rasiman. 

Pada laga ini, Madura United kehilangan enam pilar sekaligus kiper Ridho Djazulie harus absen akibat sehingga digantikan oleh Satria Tama. Lalu, stoper asing, Jaimerson Xavier juga tidak tampil karena sebelumnya mendapat kartu merah pekan lalu. 

Empat pemain lainnya, yaitu Greg Nwokolo, Andik Vermansah, Beto Goncalves, dan Zulfiandi harus menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia. Tanpa nama-nama itu, Madura United masih mampu mencapai ambisi bangkit.

2 of 2

Permainan Monoton

Madura United Vs PSIS Semarang
Shopee Liga 1 - Madura United Vs PSIS Semarang (Bola.com/Adreanus Titus)

Rasiman menyoroti permainan monoton yang diperagakan oleh Slamet Nurcahyo dkk. pada laga ini. Madura United kesulitan menembus pertahanan PSIS sehingga tak ada gol yang tercipta pada paruh pertama.

“Babak pertama pertandingan berjalan datar. Kami berusaha memainkan penguasaan bola dan sabar, PSIS juga menunggu bola dan bertahan dengan baik,” ungkap Rasiman.

“Itu membuat kami diserang dengan serangan balik dan beberapa tembakan ke gawang. Itu jadi PR kami memperbaiki permainan monoton. Semoga bisa menyelesaikan PR satu itu,” imbuhnya.

Lanjutkan Membaca ↓