Ingin Meniru Bali United, PSIM Siap Mengontrak Stadion Mandala Krida

Oleh Vincentius Atmaja pada 29 Agu 2019, 13:45 WIB
Diperbarui 29 Agu 2019, 13:45 WIB
Stadion Mandala Krida
Wajah terkini Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, yang jadi markas PSIM. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta kembali menunjukkan keseriusan sebagai klub profesional. Dengan target segera promosi ke Liga 1 musim depan, manajemen klub juga mulai membentuk fondasi kuat dalam strategi bisnisnya.

Bali United bisa dikatakan menjadi anutan bagi PSIM Yogyakarta untuk mewujudkan pengelolaan berbasis bisnis. Hal itu tak lepas dari CEO PSIM, Bambang Susanto, yang berkawan dengan pemilik Bali United, Pieter Tanuri.

Langkah terbaru yang dilakukan PSIM adalah dengan mencoba mengambil alih pengelolaan Stadion Mandala Krida untuk jangka panjang.

Belum lama ini, petinggi PSIM telah bertemu dengan stakeholder di Provinsi DIY, termasuk Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, untuk membahasnya.

PSIM siap menjadi pengelola stadion kebanggaan Kota Gudeg tersebut setidaknya selama lima sampai 10 tahun ke depan. Berbagai potensi bisnisĀ dapat dijaring jika kerja sama ini terjalin. Seperti Stadion I Wayan Dipta, Gianyar yang dikelola penuh oleh Bali United.

Markas Serdadu Tridatu kini dilengkapi beberapa titik perputaran uang, sebagai bukti manajemen klub memanfaatkan pengelola stadion. Seperti adanya kafe, arena permainan anak-anak, dan yang terutama adalah megastore.

Bambang Susanto mengatakan PSIM bisa menyamai bakhkan melebihi pencapaian Bali United jika dipercaya untuk mengelola Stadion Mandala Krida.

"Manajemen PSIM akan menjadi pengelola Stadion Mandala Krida. Ada megastore, kafe, museum, sport tourism, ya hampir seperti di Bali United. Tidak hanya kebanggaan PSIM, tapi juga nasional," ungkap Bambang Susanto kepada Bola.com, Rabu (28/8/2019).

Pria asal Semarang tersebut berharap upayanya menemui hasil. Cukup besarnya potensi dengan basis suporter PSIM, Brajamusti dan Mataram Independent, dapat dijadikan aset. Selain untuk memenuhi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi DIY dari pengelolaan Stadion Mandala Krida, PSIM dapat memaksimalkan sumber finansial klub.

"Kami sedang berjuang dengan Pak Wali Kota mengusahakan menjembatani karena ini stadion ini milik Pemprov DIY. Mudah-mudahan di tahun ini, PSIM menjadi pengelola Stadion Mandala Krida," tuturnya.

"Saya boleh cerita sedikit, ketika PSIM melawan Sulut United di Gianyar beberapa waktu lalu. Pak Pieter Tanuri saja kaget suporter PSIM Yogyakarta bisa begitu fanatiknya. Kemudian saya bilang besok kami akan lebih dari Bali United," ucap Bambang Susanto.

2 dari 2 halaman

Manajemen Penonton

Stadion Mandala Krida
Suporter PSIM menyaksikan timnya berlaga di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

PSIM mulai ketat dalam mengatur manajemen penonton, seperti sistem penjualan pendistribusian tiket melalui online, dan mengantispasi kebocoran penonton. PSIM tak ingin adanya kebocoran penonton seperti ketika menjamu Martapura FC (8/8/2019).

Dari sekitar 12 ribu tiket yang disediakan, stadion terisi penuh hampir menyentuh angka 20 ribu penonton. Padahal, manajemen klub menutup tribune lantai atas sebelah barat dan timur. Namun, penonton tetap membeludak.

"Kami berharap partisipasi untuk membeli tiket, kami pasang cctv di pintu masuk, wajib dengan tiket gelang, termasuk tamu undangan. Bahkan kami wacanakan razia di tribune penonton. Itu semua demi kecintaan kepada PSIM," kata Bambang.

Begitu dekatnya hubungan PSIM Yogyakarta dengan Bali United, klub berjulukan Laskar Mataram itu turut mengundang Serdadu Tridatu dalam ajang Trofeo Hamengku Buwono X pada 8 September 2019. Selain Bali United, PSIM akan bermain bersama Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafri.

Lanjutkan Membaca ↓