Alasan Pelatih Arema Kembali Memilih Nasir di Sektor Bek Kiri

Oleh Iwan Setiawan pada 30 Agu 2019, 17:45 WIB
Nasir Arema FC

Bola.com, Malang - Arema FC masih belum bisa menurunkan bek kiri utama, Ahmad Alfarizi ketika menjamu PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/8/2019). Pemain 29 tahun itu masih dalam pemulihan cedera tumit kiri.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija sudah memiliki jagoan baru di sektor itu, yakni Nasir. Dia mendapat garansi jadi pemain inti pada duel besok karena jadi wakil pemain Arema dalam sesi konferensi pers sebelum laga.

Sebenarnya, masih ada Alfin Tuasalamony dan Ricky Ohorella yang punya posisi asli sebagai bek sayap. Sementara, Nasir merupakan sayap kiri murni yang punya naluri menyerang lebih dominan. Tapi, ini bukan kali pertama pemain 23 tahun itu dicoba sebagai bek kiri.

“Dia sudah bermain lawan Persebaya Surabaya. Nasir pemain dengan intelejensi bagus. Waktu itu dia berhadapan dengan satu di antara pemain sayap terbaik Indonesia, Irfan Jaya. Dia berhasil memenangi duel tanpa pelanggaran,” kata Milo.

Namun ada satu hal yang kini masih perlu dibenahi dari Nasir, yakni dari segi fisik. Tapi Milo menambahkan fisik Nasir belum sempurna lantaran masih usianya masih muda.

“Masalah fisik bukan berarti dia tidak kuat main 90 menit. Tapi dari segi usia masih muda jadi belum sempurna fisiknya. Hal ini sama dengan yang dialami Rifaldi Bawuoh, Hanif Sjahbandi, M. Rafli dan pemain muda Arema FC lainnya,” jelas mantan pelatih Madura United ini.

 

2 of 2

Komentar Nasir

Nasir Arema
Pemain sayap Arema FC, Nasir pada laga melawan Persita Tangerang, Sabtu (26/1/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Nasir mengaku lebih cepat melakukan adaptasi dengan posisi barunya di Arema FC. Padahal sepanjang kariernya sebagai pesepak bola profesional, baru musim ini dia bertugas sebagai bek kiri.

“Saya juga agak kaget ternyata bisa lebih cepat melakukan adaptasi sebagai bek kiri,” jelas mantan pemain Persatu Tuban ini.

Saat ditanya persiapan terakhir melawan PSIS, Nasir mengaku sudah lebih baik. Ini bukan kali pertama dia main inti sebagai bek kiri. Dia mengaku lebih senang menghadapi pemain yang punya kecepatan dari PSIS.

“Saya senang menghadapi pemain cepat karena bisa melakukan pressing. Yang susah itu menghadapi pemain pintar,” sambungnya.

Lanjutkan Membaca ↓