Viola Kurniawati Gelar Perpisahan dengan Jurnalis Peliput PSS

Oleh Vincentius Atmaja pada 03 Sep 2019, 23:45 WIB
Diperbarui 03 Sep 2019, 23:45 WIB
Viola Kurniawati
Mantan CEO PSS Sleman, Viola Kurniawati (tengah) bersama awak media di Sleman, DIY, Selasa (3/9/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Mantan CEO PSS Sleman, Viola Kurniawati menggelar pertemuan dengan para awak media di Sleman, Selasa (3/9/2019). Pertemuan ini adalah untuk pamitan Viola setelah tidak lagi bekerja di tim berjulukan Super Elang Jawa.

Viola mengakhiri kerja sama dengan PSS yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Ia menyampaikan surat resmi kepada Direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS) tertanggal 16 Agustus 2019. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PSS, Viola sah tidak lagi sebagai CEO PSS per tanggal 31 Agustus 2019.

Dengan blak-blakan, mantan media officer Persija Jakarta ini membeberkan kesan-kesannya selama bekerja untuk PSS. Kepada para awak media dia menceritakan banyak hal yang didapatkannya selama di klub yang baru promosi ke Liga 1 musim ini.

"Pertemuan ini sekaligus saya pamitan unik kembali pulang ke Jakarta, karena sudah tidak di PSS. Terimakasih untuk semuanya. Dulu masuk ke Sleman dengan kulonuwun, kemudian meninggalkan PSS juga pamit dengan baik-baik," kata Viola Kurniawati yang menggelar pertemuannya di Dixie Restaurant, Sleman.

"Saya rasa sudah banyak hal ditata. Seperti fondasi klub dan akademi. Saya sudah buat roadmap tiga tahun untuk PSS Sleman. Soal aset, baik fisik dan nonfisik seperti digital, memang belum keliatan, akan ada hasilnya untuk jangka panjang nanti," ungkapnya.

 

2 dari 2 halaman

Doakan PSS

Viola Kurniawati
CEO PSS Sleman, Viola Kurniawati usai menyaksikan laga melawan Persela Lamongan di Stadion Maguwoharjo, Kamis (15/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Viola tak berbicara dengan detail terkait keputusannya mundur dari PSS Sleman. Satu di antaranya adalah ada perbedaan visi dan misi dengan klub PSS. Namun dirinya senang dan bangga dengan pernah menjadi bagian dari PSS.

"Paling berkesan adalah saat teman-teman suporter bernyanyi dengan menyebut nama Viola. Saya sangat terharu karena belum pernah merasakan disayang begitu banyak orang," tutur Viola.

Mantan media officer Persija Jakarta ini menaruh harapan besar untuk kemajuan PSS dengan pimpinan baru. Banyak aspek yang harus dipikirkan dengan matang. Bukan hanya mengelola tim, tetapi mengelola sebuah klub secara profesional.

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku