Sebelum ke Madura United, Ante Bakmaz Hampir Gabung Klub Liga 1 Musim Lalu

Oleh Aditya Wany pada 07 Sep 2019, 13:45 WIB
Diperbarui 07 Sep 2019, 13:45 WIB
Ante Bakmaz
Ante Bakmaz, pemain Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Ante Bakmaz benar-benar merasa sangat beruntung bisa gabung Madura United. Pemain asal Australia itu mengaku sempat hampir gabung klub Liga 1 lain pada awal musim 2018.

Dia mengklaim, selama beberapa tahun terakhir, ada beberapa agen pemain yang sudah menawarinya untuk berkarier di Indonesia. Tetapi, Pemain berusia 27 tahun itu mengesampingkan tawaran itu karena lebih tertarik dengan kompetisi sepak bola Eropa.

"Saya dapat tawaran dari sebuah klub Indonesia pada musim lalu. Saya saat itu berpikir lebih baik bermain di Eropa. Padahal, tawaran itu cukup menggoda karena klub itu memiliki banyak pendukung setia," kata Ante Bakmaz kepada Bola.com.

Bakmaz enggan menyebut klub mana Indonesia yang hampir merekrutnya itu. Namun, tawaan itu datang di saat yang tidak tepat buatnya.

Pemain yang juga memegang paspor Kroasia itu sangat menikmati momen gabung klub Eropa. Hal itu dilakukannya setelah memulai karier profesional bersama klub Negeri Kanguru, Fairfield, pada 2013. Statusnya sebagai pemain Eropa juga membuatnya berkiblat pada Benua Biru.

Ante Bakmaz kemudian tercatat membela delapan klub Eropa di berbagai negara. Dia memulainya di Kroasia dengan bergabung Trensjevka Zagreb dan NK Laduc. Setelah itu, ke Belanda dengan berseragam FC Chabab dan Ajax Amateurs.

Petualangannya tak berhenti di Eropa. Menggunakan paspor Kroasia, dia berpindah-pindah ke St. Andrews FC (Malta), FK Jelgava (Latvia), Kauno Zalgiris (Lituania), dan Valmiera Glass (Latvia) pada rentang 2017-2018.

2 dari 3 halaman

Berkiprah di Lebanon

Ante Bakmaz, Madura United
Calon pemain asing baru Madura United, Ante Bakmaz. (Dok. Madura United)

Bersama Jelgava, Ante Bakmaz merasakan pengalaman tampil di Liga Europa 2017-2018, meski bukan putaran final. Dia membukukan dua laga dalam babak kualifikasi pertama. Namun, timnya kalah agregat 0-3 dari Ferencvaros, wakil Hungaria.

"Pengalaman saya di Eropa sangat luar biasa. Saya belajar banyak di Kroasia dan Belanda sampai bermain di beberapa negara Eropa Timur lain. Antusiasme suporter juga membuat sepak bola terasa hidup," ucap Bakmaz.

Pada awal 2019, pemain yang memiliki darah Turki itu hijrah ke Asia dengan menggunakan paspor Australia. Bakmaz membela raksasa Lebanon, Al Nejmeh, yang sedang berjuang dalam persaingan juara Liga Primer Lebanon 2018-2019. Di akhir musim, klub itu hanya finis peringkat ketiga.

"Masyarakat Lebanon juga memiliki semangat besar saat mendukung klub sepak bola. Jangan bayangkan mereka pakai gamis hanya karena mereka orang Arab. Mereka juga memakai pakaian kasual dan sangat mencintai klub kebanggaannya," imbuh Bakmaz.

3 dari 3 halaman

Sempat Menyesal

Madura United
Madura United (bola.com/Rudi Riana)

Setelah musim itu berakhir, Bakmaz baru terpikir kembali untuk mencoba peruntungan di Asia Tenggara. Dia mulai mempelajari kultur sepak bola ASEAN. Kompetisi Indonesia membuat hatinya tertambat.

"Saya melihat Liga Thailand juga bagus. Tapi, suporter di Indonesia berhasil memikat saya. Di sini, hampir semua orang membicarakan sepak bola. Makanya, terkadang saya menyesal saat musim lalu menolak tawaran klub Indonesia itu," ujar Bakmaz.

"Sekarang saya sudah bergabung Madura United dan merasakan atmosfer luar biasa stadion. Tim ini juga sedang dalam ambisi menjadi juara Liga 1. Saya punya motivasi berlipat untuk membantu tim meraih target itu," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓