Aduan Malaysia ke FIFA perihal Insiden Kericuhan di Stadion GBK Berjumlah 18 Halaman

Oleh Aning Jati pada 12 Sep 2019, 09:00 WIB
Timnas Indonesia Vs Malaysia

Bola.com, Kuala Lumpur - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sudah secara resmi mengirimkan laporan aduan perihal kerusuhan suporter yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis malam (5/9/2019).

Pada pertandingan pertama Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia itu, suporter Malaysia dan bahkan terselip sang Menpora, Syed Saddiq, menerima perlakuan tak menyenangkan dari oknum pendukung tim tuan rumah.

Suporter tim Harimau Malaya mendapatkan lemparan batu, botol, hingga bom asap baik di dalam maupun luar stadion.

FAM tak tinggal diam dengan insiden itu. Induk organisasi sepak bola Malaysia itu menilai PSSI gagal menjamin keselamatan tim, ofisial, hingga rombongan suporter yang melakoni away ke Jakarta, seperti yang sudah jadi perhatian sebelum pertandingan.

FAM sudah melaporkan insiden ini ke AFC pada Jumat (6/9/2019) serta menginformasikan kepada badan konfederasi sepak bola Asia itu jika mereka akan melanjutkan laporan ke FIFA.

Langkah itu dilakukan FAM pada Selasa malam (10/9/2019). Seperti dilansir dari Berita Harian, Sekjen FAM, Stuart Ramalingam, menjelaskan surat aduan FAM ke FIFA itu setebal 18 halaman.

Tak hanya berupa dokumen tertulis, laporan ke FIFA juga disertai bukti-bukti lain.

"FIFA sudah menerima laporan dari pengawas pertandingan dan pejabat keamanan. Laporan atau aduan yang kami buat, untuk melengkapi, yang mungkin belum mereka terima dari pengawas pertandingan," ujar Stuart.

"Kami juga sertakan bukti, antara lain link video dan foto insiden, baik di dalam maupun luar stadion," lanjutnya.

"Bukti itu kami peroleh dari beberapa sumber, termasuk yang beredar di media sosial. Kami percaya FIFA dan AFC akan membuat keputusan terbaik sesuai evaluasi mereka berdasarkan bukti yang tersedia," imbuh Stuart.

2 of 2

Menanti Sanksi

Timnas Indonesia Vs Malaysia
TNI mengevakuasi suporter Malaysia karena serangan dari suporter Timnas Indonesia saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Belum diketahui kapan keputusan FIFA-AFC itu akan turun. Namun, kemungkinan besar Indonesia, dalam hal ini PSSI, akan menerima sanksi denda serta sanksi lain yang belum diketahui bentuknya.

Di sisi lain, FAM juga pernah mengalami nasib serupa, yakni terkena sanksi akibat ulah suporter. Pada September 2015, suporter Timnas Malaysia meluapkan kekecewaan saat laga kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Arab Saudi di Stadion Bukit Jalil.

Dampaknya, FIFA menghukum FAM dengan sanksi denda mencapai 40 ribu francs swiss (Rp566,3 juta) dan menggelar satu pertandingan internasional tanpa penonton.

Sumber: Berita Harian

Lanjutkan Membaca ↓