Mengurai Catatan Buruk Persebaya, Ketika Hasil Tandang Lebih Baik dari Kandang

Oleh Aditya Wany pada 10 Okt 2019, 11:30 WIB
FOTO: David Da Silva Comeback, Persebaya Sikat Bhayangkara

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya bisa dibilang merupakan tim yang memiliki catatan unik dalam laga kandang Shopee Liga 1 2019. Total 10 kali menjamu lawan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (GBT), tim berjulukan Bajul Ijo itu sudah kehilangan 14 poin.

Artinya, tujuh pertandingan yang dilewati Persebaya Surabaya dengan terpaksa membiarkan lawan mencuri poin alias hasil imbang. Hanya tiga pertandingan kandang saja yang berhasil mereka akhiri dengan kemenangan, yaitu saat menjamu Persib Bandung, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura.

Hasil laga kandang Persebaya itu memang bukan jadi yang terburuk di antara para kontestan Liga 1 2019. Apalagi, mereka juga menjadi satu dari dua tim yang belum terkalahkan di kandang, selain Bali United.

Rekor kandang terburuk dimiliki oleh PSIS yang hanya mampu mengemas delapan poin hasil masing-masing dua menang dan seri dalam sembilan laga.

Selain itu, Badak Lampung juga punya catatan lebih buruk dengan hanya sekali menang di hadapan pendukung sendiri. Tapi, mereka mengemas sembilan poin karena enam laga lain berakhir imbang.

Koleksi poin laga kandang Persebaya sebenarnya tercatat lebih baik dari laga tandang. Di Stadion GBT, mereka mampu membukukan 16 poin. Sedangkan di luar Surabaya mereka meraih dua poin lebih sedikit alias 14 poin.

Namun, catatan kemenangan mereka justru lebih baik di kandang lawan. Jika di kandang hanya tiga kali, Persebaya Surabaya mampu membukukan empat kemenangan saat melawat. Masing-masing terjadi di markas Borneo FC, Badak Lampung, Bhayangkara FC, dan PSIS Semarang.

 

 

2 of 3

Tertekan di Hadapan Bonek?

Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Elisa Basna, Riko Simanjuntak, Liga 1 2019
Duel pemain Persebaya Surabaya, Elisa Basna, dengan pemain sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, dalam laga pekan ke-16 Shopee Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (24/8/2019). Persebaya dan Persija bermain imbang 1-1. (Bola.com/Aditya Wany)

Fakta ini tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah pemain Persebaya Surabaya dalam kondisi tertekan saat bertanding di hadapan puluhan ribu Bonek yang selalu menginginkan kemenangan?

Pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal, membantahnya.

“Mental pemain kami sangat bagus. Pemain Persebaya ini sangat kompak. Tidak ada bintang atau pemain tim nasional yang sombong. Semua pemain rendah hati dan itu bagus untuk perkembangan tim ini,” kata Pikal.

Dengan menalani 10 laga kandang tanpa kekalahan, Persebaya terlihat kurang pantas hanya mendapatkan tiga kemenangan. Tapi, itu juga terjadi karena torehan gol mereka juga tidak terlalu banyak.

Persebaya hanya mampu membukukan 17 gol saja berbanding 11 kebobolan di hadapan suporter sendiri. Mereka juga tak pernah gagal mencetak gol di Surabaya, meski pada akhirnya keunggulan itu kerap disamakan oleh tim tamu.

Secara permainan, Ruben Sanadi dkk. juga mampu menunjukkan gaya agresif yang menjadi ciri khas klub. Sayang, kelengahan kerap terjadi pada menit-menit akhir yang membuat Persebaya Surabaya gagal mengamankan poin penuh.

 

3 of 3

Masalah Konsentrasi

Persebaya Surabaya
Wolfgang Pikal memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Rabu sore (4/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Djadjang Nudjaman, pelatih yang menangani Persebaya Surabaya selama sembilan pekan awal di Liga 1 2019, pernah punya pendapat soal masalah yang dihadapi anak asuhnya. Dia menyebut konsentrasi pemain menjadi masalah.

Pria yang akrab disapa Djanur itu kemudian dipecat pada pekan kesembilan, setelah Persebaya ditahan 2-2 oleh Madura United pada 10 Agustus 2019. Dalam laga itu, Persebaya dua kali tertinggal dan selalu mampu menyamakan kedudukan.

Pikal punya pendapat lain soal masalah yang dihadapi timnya.

“Kami sudah melakukan analisis, mungkin ada pemain yang kurang baik. Tapi, kami punya skuat sejak awal musim. Kami melatih situasi menghadapi serangan dan finishing touch juga harus ditingkatkan,” ucap pelatih asal Austria itu.

“Makanya, kami usahakan dalam latihan seminggu ini, sangat mengutamakan menyerang dan mengonversi gol. Kami terus mengasah finishing untuk menang di kandang. Kami akan bermain lebih agresif,” imbuh Pikal.

Kini, sudah tiga pertandingan kandang terakhir Persebaya meraih hasil imbang. Terakhir kali mereka mampu mengamankan poin penuh saat menang tipis 1-0 atas Persipura Jayapura pada 2 Agustus atau lebih dari dua bulan lalu.

Upaya mereka untuk memperbaiki rekor itu bakal dimulai saat menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (11/10/2019). Tapi, Persebaya dibayangi hasil buruk saat menjamu Borneo FC.

Tim berjulukan Pesut Etam itu punya catatan ciamik dan pernah mempermalukan Persebaya musim lalu pada 13 Oktober 2019 atau hampir setahun lalu. Laga itu menjadi berakhir 1-0 untu Borneo.

Lanjutkan Membaca ↓