Pelajaran yang Bisa Dipetik Timnas Indonesia U-22 dari Kekalahan Melawan China

Oleh Iwan Setiawan pada 12 Okt 2019, 12:30 WIB
Latihan Timnas Indonesia U-22

Bola.com, Malang - Timnas Indonesia U-22 kalah dari China dalam laga pertama CFA Team China Chong Qin Three Gorges Cup International Football Turnamen 2019, Jumat (11/10/2019). Egy Maulana Vikri dkk. menyerah 0-2 di Stadion Wuhan Sport Centre.

Tetapi, di balik kekalahan itu, ada pelajaran penting yang didapatkan. Hal tersebut disampaikan mantan pelatih Timnas Indonesia, Aji Santoso.

Aji melihat Timnas Indonesia U-22 tidak tampil jelek. Mereka bisa meladeni permainan cepat sepanjang laga, dan ada hal yang bisa dipelajari dari China.

"Turnamen ini persiapan penting menuju SEA Games nanti. Dalam pertandingan kemarin, China menerapkan taktik pressing sejak awal ketika kehilangan bola. Jadi, pemain Indonesia dituntut berpikir cepat mengambil keputusan menghadapi pressing dan ruang yang terbatas dalam permainan,” jelas mantan pelatih PSIM Yogyakarta tersebut.

Jadi, pemain Timnas Indonesia U-22 nantinya sudah terbiasa bermain cepat dalam SEA Games 2019. Selain itu, cara permainan China juga bisa ditiru.

"China secara kualitas di atas Indonesia. Akan lebih bagus jika bisa meniru cara main mereka. Baik saat melakukan pressing maupun ambil keputusan cepat ketika transisi menyerang. Karena waktu SEA Games nanti kan lawannya tim dari Asia Tenggara, yang secara kualitas tidak beda jauh," lanjut Aji, yang juga pernah membesut Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2015 itu.

2 of 2

Mencerna Pengalaman

Latihan Timnas Indonesia U-22
Pemain Timnas Indonesia U-22, Muhammad Rafli, menggiring bola saat latihan di Lapangan G, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/10). Latihan ini merupakan persiapan menjelang SEA Games 2019. (Bola.com/Yoppy Renato)

Aji optimistis jika pemain timnas ditempa lawan tangguh seperti ini selama persiapan, mereka bisa jadi tim yang lebih matang. Apalagi materi pemain yang ada saat ini dinilai mumpuni.

"Saya lihat sudah ada pemain bagus di Timnas Indonesia U-22 saat ini. Ada Hambali Tholib, M. Rafli, dan yang lainnya. Saya tahu kualitasnya," jelas mantan pelatih Arema FC dan Persela Lamongan itu.

Tinggal bagaimana pemain cepat mencerna pengalaman dari lawan-lawannya di turnamen ini. Aji berharap semua tidak down dengan hasil akhir berupa kekalahan, karena di balik itu ada pelajaran yang lebih berharga.

Lanjutkan Membaca ↓