Jalani Debut Bersama PSIM, Liestiadi Langsung Mewujudkan Target

Oleh Vincentius Atmaja pada 13 Okt 2019, 23:00 WIB
Diperbarui 15 Okt 2019, 12:16 WIB
Liestiadi, PSIM Yogyakarta, Liga 2 2019

Bola.com, Yogyakarta - Debut Liestiadi di posisi barunya sebagai pelatih PSIM Yogyakarta berujung manis. Target PSIM langsung diwujudkannya, yakni bertahan di Liga 2 musim depan.

Berkat kemenangan meyakinkan 2-0 yang diraih PSIM Yogyakarta atas Persatu Tuban dalam laga ke-19 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (13/10/2019), tim berjulukan Laskar Mataram itu mendapatkan tiga poin yang membuat mereka cukup aman dan tidak akan terancam degradasi.

Dua gol kemenangan Laskar Mataram diciptakan oleh Yoga Pratama dan Dwi Raffi Angga. Tambahan tiga poin itu membuat PSIM tak lagi bisa dikejar oleh dua penghuni zona degradasi, Madura FC dan Persatu Tuban. PSIM punya nilai 27, terpaut tujuh poin dari tim juru kunci.

Sementara laga penyisihan Grup Timur Liga 2 segera berakhir. Secara matematis, jumlah poin yang dikumpulkan PSIM tak terkejar lagi oleh Madura FC yang tinggal menyisakan satu pertandingan dan Persatu Tuban yang punya tabungan dua laga.

"Alhamdulillah dengan tiga poin ini otomatis PSIM Yogyakarta tidak terdegradasi, sesuai target pertama saat saya datang. Pemain menunjukkan determinasi yang luar biasa, keinginan memenangkan pertandingan sangat tinggi," terang Liestiadi, Minggu (13/10/2019) petang.

2 of 2

Peluang Melaju ke Babak 8 Besar

Setelah selamat dari jurang degradasi, PSIM Yogyakarta juga mempunyai kesempatan untuk melaju ke fase delapan besar. Meski masih berada di urutan enam, peluang lolos terbuka.

Dengan catatan, PSIM berhasil memenangkan laga terakhir menjamu seteru abadinya, Persis Solo, Senin (21/10/2019). Jika menang dan di partai lain Martapura FC terpeleset, maka PSIM akan menemani Persik Kediri dan Mitra Kukar melaju ke babak delapan besar Liga 2 2019.

"Setelah ini fokusnya adalah menatap peluang lolos ke babak delapan besar. Ada empat kali latihan ke depan dan meminta pemain rileks," terang Liestiadi.

"Meski nanti minus Hendra Wijaya, tapi nanti masuk Cristian Gonzales usai akumulasi. Apalagi melawan tim rival, semoga mendapat tiga poin dan kami terpeleset lolos ke delapan besar," tutur eks pelatih Timnas Indonesia U-23 ini.

Lanjutkan Membaca ↓