Timnas Indonesia Hadapi Vietnam, Simon McMenemy Mengaku Tertekan

Oleh Aditya Wany pada 14 Okt 2019, 19:30 WIB
Diperbarui 14 Okt 2019, 19:30 WIB
Latihan Timnas Indonesia

Bola.com, Gianyar - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengaku dalam berada tekanan besar jelang menjamu Vietnam. Duel itu merupakan lanjutan Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa malam (15/10/2019).

Penyebabnya, Timnas Indonesia telah kalah dalam tiga laga beruntun dalam ajang itu kontra Malaysia, Thailand, dan Uni Emirat Arab. Simon McMenemy diwajibkan membawa anak asuhnya mengalahkan Vietnam agar mampu menjawab tuntutan publik.

Lebih dari itu, Simon McMenemy menilai tidak mudah melatih tim nasional sebuah negara dengan penduduk berjumlah banyak seperti Indonesia.

“Bekerja untuk Timnas Indonesia sudah melahirkan tekanan sejak menantangani kontrak. Tentu tidak mudah mewakili lebih dari 250 juta penduduk dan berharap tanpa ada tekanan. Pasti ada tekanan,” kata pelatih asal Skotlandia itu.

“Tapi, saya sekarang berada di sini. Saya mewakili mereka. Kalau misalnya saya menang, mereka bilang saya pelatih bagus. Kalau saya kalah mereka berkomentar soal saya. Kalau mudah, tentu Timnas Indonesia sudah juara Piala AFF sejak dulu, tapi ternyata sulit,” imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Perbaikan untuk Bangkit

Latihan Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy memberi arahan kepada para pemainnya sebelum memulai latihan di Lapangan Gelora Trisakti, Bali, Minggu (13/10). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Vietnam. (Bola.com/Aditya Wany)

Tekanan besar sebenarnya tidak hanya dialami oleh Simon McMenemy. Para pemain Timnas Indonesia juga menerima hujatan dari masyarakat Indonesia setelah kegagalan meraih poin di tiga laga sebelumnya.

Simon McMenemy mengaku melakukan banyak perbaikan agar timnya bisa bangkit dari hasil buruk tersebut. Dia merasa laga melawan Vietnam ini menjadi momentum tepat untuk memberi pembuktian kepada masyarakat Indonesia.

“Pemain tentu percaya kepada saya. Tentu saya pun percaya kepada mereka. Saya harap laga ini bisa menjadi pembuktian untuk tim. Pemain pasti juga ingin membuktikan bahwa mereka adalah pemain yang bagus,” ucap pelatih berusia 41 tahun itu.

Lanjutkan Membaca ↓