Alasan Persebaya Menunjuk Aji Santoso Sebagai Pengganti Wolfgang Pikal

Oleh Aditya Wany pada 01 Nov 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 01 Nov 2019, 15:18 WIB
Aji Santoso

Bola.com, Surabaya - Keputusan manajemen Persebaya menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih baru tampaknya mudah diterima. Sebab, pelatih berusia 49 tahun itu memenuhi banyak syarat untuk menangani klub kebanggaan Bonek tersebut.

Secara teknis, Aji merupakan pelatih berlisensi AFC Pro. Dari situ, dia dinilai memiliki kualifikasi yang pas untuk mengangkat kembali Persebaya, yang kini masih berada di peringkat kesembilan klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan 31 poin.

Aji dibutuhkan untuk mengembalikan Persebaya ke jalur kemenangan. Tim Bajul Ijo telah melewati enam laga dengan hasil dua seri dan empat kekalahan. Alasan itu pula yang membuat Wolfgang Pikal kehilangan jabatan sebagai pelatih kepala Bajul Ijo.

"Kami sudah berkomunikasi dengan dia dalam beberapa kesempatan. Manajamen Persebaya menganggap dia punya kemampuan, termasuk menangani tim yang kondisinya sekarang seperti ini," ungkap Candra Wahyudi, manajer Persebaya.

Pelatih asli Malang itu juga bukan sosok yang asing bagi publik Surabaya dan Bonek. Aji merupakan kapten tim Persebaya saat menjuarai Ligina 1996-1997.

2 of 2

Mengembalikan Muruah

Aji Santoso
Aji Santoso memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Kamis sore (31/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Aji juga tercatat pernah membawa Persebaya promosi ke ISL 2009-2010 dengan status sebagai pelatih caretaker. Aji diharapkan mampu mengembalikan muruah tim asal Kota Pahlawan tersebut dengan pengetahuannya terhadap kultur Persebaya.

"Kalau yang lain-lain, pengalamannya dan statusnya. Dia mantan pemain dan pelatih Persebaya. Kedekatan personal dengan pemain bisa menjadi pintu masuk buat coach Aji supaya suasana tim ini lebih bagus," imbuh Candra.

Dengan latar belakang itu, bukan hal yang sulit buat Aji untuk diterima oleh Bonek. Dia diharapkan mengembalikan kejayaan Persebaya dengan menunjukkan gaya permainan khas yang pernah dimainkannya dulu.

Lanjutkan Membaca ↓