Manajemen Minta Aji Santoso Selamatkan Persebaya dari Degradasi

Oleh Aditya Wany pada 02 Nov 2019, 16:45 WIB
Diperbarui 04 Nov 2019, 13:16 WIB
David da Silva, Persebaya Surabaya, Liga 1 2019, Shopee Liga 1

Bola.com, Surabaya - Manajemen Persebaya Surabaya mengontrak Aji Santoso sebagai pelatih kepala sampai akhir musim 2020. Aji mendapat tugas berat yakni membawa Bajul Ijo kembali ke jalur kemenangan setelah enam laga terakhir hanya meraih empat seri dan dua kalah.

Musim ini, Persebaya memasang target capaian lebih baik dari musim lalu mampu finis peringkat kelima klasemen akhir. Klub asal Kota Pahlawan itu kini malah berada di peringkat kesembilan dengan raihan 31 poin.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, kini berpikir realistis untuk situasi yang dihadapi oleh timnya saat ini. Tak ada target spesifik buat Aji untuk bisa membawa Persebaya menduduki peringkat tertentu di klasemen akhir. 

“Secara matematis kami masih bisa lebih baik dari tahun lalu. Cuma ini kan dinamis. Posisi kami terus menurun karena hasil buruk. Kami juga harus melihat pertandingan-pertandingan yang lain. Kita lihat saja per pertandingan seperti apa,” ucap Candra.

Seluruh pihak di Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat, mulai dari manajemen, jajaran pelaih, hingga para pemain. Mereka harus bisa bangkit dalam kondisi serba sulit setelah suporter, Bonek, bertindah rusuh setelah laga melawan PSS Sleman, Selasa (29/10/2019).

2 of 2

Beban Berat

Aji Santoso
Aji Santoso memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Kamis sore (31/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Candra menyebut manajemen Persebaya Surabaya tidak memasang target muluk-muluk untuk Aji Santoso. Yang penting, Bajul Ijo bisa menunjukkan peningkatan dan meraih peringkat yang lebih baik dari sekarang.

“Targetnya yang jelas harus menyelamatkan Persebaya dari degradasi. Secara matematis sekarang posisi kami sudah semakin menurun terus dengan hasil buruk di enam pertandingan terakhir. Sekarang di peringkat kesembilan, seharusnya lebih baik dari itu,” tutur Candra. 

“Lalu, harus ada upaya lebih keras lagi untuk membangkitkan mental pemain karena memang situasi tim sedang tidak bagus di sisa pertandingan ini. Dengan segala kemungkinan kami meraih poin maksimal, siapa tahu hasilnya lebih baik dari sekarang,” imbuhnya.

Persebaya kini terpaksa menjalani pertandingan tanpa dukungan Bonek sebagai imbas dari kerusuhan itu. Hal ini diprediksi bakal merugikan para pemain yang justru membutuhkan bantuan untuk meraih poin di setiap pertandingan.

Lanjutkan Membaca ↓