Kalteng Putra Masih Membuat Penasaran Pemain Sayap Arema

Oleh Iwan Setiawan pada 02 Des 2019, 21:50 WIB
Diperbarui 02 Des 2019, 22:17 WIB
Rifaldi Bawuoh

Bola.com, Malang - Striker Arema FC, Rifaldi Bawuoh tidak bisa mengakhiri rasa penasaran menjebol gawang mantan klubnya, Kalteng Putra di Stadion Kanjuruhan, Minggu (1/12/2019).

Turun menggantikan Sylvano Comvalius pada menit ke-51, Rifaldi belum bisa merobek gawang klub yang diperkuatnya musim 2017. Ia mendapat peluang emas pada menit ke-71, yakni umpan matang dari tendangan bebas Dendi Santoso. Namun, bola tandukannya masih melambung. Pertandingan pun berakhir imbang 1-1.

Sebelum pertandingan, Rifaldi mengaku ingin menjebol gawang Kalteng Putra jika dapat kesempatan. Dia ingin memperlihatkan profesionalisme untuk Arema, meskipun dia dibesarkan oleh Kalteng Putra di Liga 2 dan jadi top scorer kompetisi kasta kedua itu tahun 2017.

“Belum rezeki saja untuk mencetak gol di pertandingan kemarin,” katanya.

Arema sudah bertemu dengan Kalteng Putra empat kali pada tahun ini. Masing-masing dua kali di Piala Presiden dan Liga 1. Tentunya, Rifaldi makin penasaran. Apalagi musim ini, dia baru mengemas empat gol.

Musim lalu, jumlah golnya satu biji lebih banyak, sehingga dia ingin berkontribusi lebih lebih untuk Singo Edan pada sisa empat pertandingan musim ini.

“Sebenarnya siapa saja lawannya tentu ingin mencetak gol. Apalagi Arema FC butuh kemenangan,” sambungnya.

2 of 2

Menit Bermain Lebih Banyak

Arema, Semen Padang
Bek Semen Padang, Syaiful Anwar, mencoba menghalangi tembakan penyerang Arema, Rifaldi bawuoh, saat kedua tim bertanding dalam laga pekan ke-25 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (28/10/2019). Arema menang 1-0 dalam laga itu. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Musim ini, Rifaldi sudah tampil dalam 21 pertandingan. Namun, dia lebih banyak tampil sebagai pengganti, yakni dalam 12 pertandingan. Sementara, musim lalu dia jadi starter pada 18 laga dari total 24 penampilan. 

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija mengakui Rifaldi punya potensi sebagai pemain besar dengan skill yang dimilikinya. Namun, pemain asal Gorontalo ini masih sering lupa turun ke belakang ketika kalah dalam perebutan bola.

Sementara, pada musim lalu, ketika kursi pelatih Arema masih diduduki Joko Susilo dan Milan Petrovic, Rifaldi beberapa kali jadi striker. Itu merupakan posisi aslinya. Sedangkan musim ini dia jadi pemain sayap. 

Lanjutkan Membaca ↓
Gagal Raih Emas, Timnas Indonesia U-22 Perlu Pelatih Asing?