Milan Petrovic Menyimpan Asa Melatih Klub Indonesia Lagi

Oleh Aditya Wany pada 04 Jan 2020, 13:45 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 13:45 WIB
Milan Petrovic
Pelatih Perseru Badak Lampung, Milan Petrovic, saat melawan Persija Jakartapada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (1/9). Persija takluk 0-1 dari Badak Lampung. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Surabaya - Milan Petrovic masih menunggu kelanjutan nasibnya setelah Badak Lampung FC terdegradasi ke Liga 2 2020. Dia gagal membawa Laskar Saburai bertahan di kasta tertinggi. Milan mulai menangani Badak Lampung sejak pertengahan musim Liga 1 2019.

Pelatih berpaspor Slovenia itu masih menyimpan keinginan untuk kembali menangani klub Indonesia. Sejauh ini, dia masih menantikan tawaran yang datang sambil membuka kemungkinan tetap membesut Badak Lampung.

"Saya ingin kembali melatih di Indonesia. Saya sudah cinta dengan sepak bola di sini. Saya masih ingin untuk meneruskan perjalanan di Indonesia pada musim 2020," kata pelatih berusia 58 tahun tersebut.

"Saya suka Liga 1, kompetisi yang sangat mengandalkan kecepatan dan kekuatan. Saya juga senang dengan atmosfer laga akbar yang ada di kompetisi ini. Itu yang membuat saya masih ingin menjadi bagian dari Liga 1 pada musim 2020," imbuhnya.

Milan Petrovic kali pertama datang ke Indonesia saat menjadi asisten pelatih Arema pada 2018. Pada musim itu pula, dia naik jabatan menjadi pelatih kepala setelah Singo Edan melepas Joko Susilo.

2 dari 2 halaman

Tak Trauma

Milan Petrovic
Pelatih Perseru Badak Lampung FC, Milan Petrovic, saat melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (16/8). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari Badak Lampung FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Memasuki musim 2019, Milan Petrovic menerima pinangan Badak Lampung yang baru memecat Jan Saragih pada medio Juli. Hanya, klub tersebut harus terdegradasi. Meski punya pengalaman kurang menyenangkan, Milan mengaku tidak trauma.

"Saya merasa telah membuat langkah besar musim lalu. Dengan pemain-pemain dari Liga 2 dan Liga 3, termasuk pemain-pemain yang tidak pernah main di klub sebelumnya, kami terus menjaga peluang untuk selamat sampai pengujung musim," ucap Milan.

"Selain itu, seperti saat menangani Arema, saya banyak memberi kesempatan bermain untuk pemain muda. Saya bersyukur pemain-pemain muda tersebut bisa berkembang," tutur pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia