Mohamed Sissoko, Mantan Gelandang Mitra Kukar, Juventus, dan Liverpool, Gantung Sepatu

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 14 Jan 2020, 21:20 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 22:00 WIB
Mohamad Sissoko

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Liverpool dan Juventus yang pernah memperkuat Mitra Kukar, Mohamed Sissoko, memutuskan gantung sepatu. Gelandang berusia 34 tahun tersebut terakhir bermain untuk Sochaux di Ligue 2 atau kasta kedua Liga Prancis.

Jurnalis Italia, Gianluca di Marzio, melaporkan, Mohamed Sissoko mengumumkan keputusan pensiunnya pada program televisi Footissime yang disiarkan oleh televisi Prancis, RMC Sport.

Sissoko memulai karier sepak bola pada 2002 dengan bergabung bersama tim Prancis, AJ Auxerre. Semusim berselang, pemain kelahiran Mont-Saint-Aignan, Prancis, itu hijrah ke Valencia.

Di Valencia, nama Sissoko mulai melambung. Pada 2005, eks gelandang Timnas Mali itu dibeli Liverpool.

Tiga tahun di Liverpool, penampilan Sissoko naik turun. Ia kalah bersaing dari Xabi Alonso. Pada 2008, Sissoko memilih menerima pinangan Juventus.

Musim pertama Sissoko bersama Juventus berlangsung baik. Ia diplot sebagai pemain utama di lini tengah bersama Felipe Melo. Namun, perannya mulai tergerus memasuki tahun kedua dan ketiganya di Turin.

Mohamed Sissoko lantas pindah ke Paris Saint-Germain (2011-2013), Fiorentina (2013), Levante (2013-2015), Pune City (2016), dan Ternana (2017).

2 dari 2 halaman

Berkah Marquee Player Liga 1 untuk Sissoko

Marquee Player
Peter Odemwingie, Mohamed Sissoko, Michael Essien (Bola.com/FOTO: Vitalis Yogi, Helmi Fithriansyah /GRAFIS:

Saat kebijakan marquee player diterapkan di Liga 1 2017, sejumlah tim berlomba mendatangkan pemain beken nan berkualitas. Satu di antaranya ialah Mitra Kukar.

Tim berjulukan Naga Mekes itu merekrut Mohamed Sissoko dari Ternana. Sepanjang 2017, pemain berpostur gempal ini mencatatkan 26 penampilan dan membuat lima gol.

Kenangan yang paling diingat bersama Sissoko di Mitra Kukar ialah ketika dirinya kecolongan bermain saat melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-33 Liga 1 2017.

Saat itu, statusnya adalah terhukum karena menjalani akumulasi kartu sehingga Bhayangkara FC dinyatakan menang 0-3 dan menjadi juara di akhir musim setelah unggul rekor pertemuan dengan Bali United, walau memiliki poin sama.

Lanjutkan Membaca ↓