Aji Santoso Tegaskan Persebaya Tidak Membajak Makan Konate dari Arema

Oleh Aditya Wany pada 17 Jan 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 17 Jan 2020, 13:30 WIB
Makan Konate

Bola.com, Yogyakarta - Perpindahan Makan Konate dari Arema ke Persebaya masih menjadi perbincangan hangat. Gelandang asal Mali itu memutuskan berpindah dari satu klub ke klub, yang menjadi musuh abadi.

Pengumuman Makan Konate menjadi pemain Persebaya dilakukan manajemen Bajul Ijo secara resmipada Kamis siang (16/1/2020). Namun, rumor Makan Konate menyeberang, sudah berembus selama dua pekan terakhir.

Publik menyebut Persebaya telah membajak Makan Konate dari Arema. Pelatih Persebaya, Aji Santoso, tidak nyaman dengan istilah yang membuat rivalitas kedua klub makin memanas tersebut.

"Sudah jauh hari sebelumnya saya berkomunikasi dengan manajemen, menyampaikan untuk bisa mengambil Konate. Manajemen merespons dengan positif. Tapi, selama ini saya tidak pernah berhubungan Konate langsung soal harga," kata Aji Santoso.

"Komunikasi dilakukan manajemen Persebaya dan Makan Konate. Kesepakatan juga baru terjadi beberapa hari ini. Kontrak Konate berakhir di Arema tanggal 15 Januari dan diumumkan pada tanggal 16," imbuh Aji.

"Saya tidak membajak Konate. Membajak itu kalau pemain masih punya kontrak dengan klub asal, lalu ada klub lain yang langsung menyodorkan kontrak untuk pemain itu. Yang terjadi, Persebaya tidak seperti itu," tegas pelatih asli Malang tersebut.

2 dari 2 halaman

Nilai Kontrak Tinggi

Aji Santoso
Aji Santoso memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Kamis sore (31/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Konate sempat dikabarkan didekati Bhayangkara FC dan Persib Bandung. Namun, dua klub itu mundur karena kabarnya pemain berusia 28 tahun itu memasang nilai kontrak tinggi. Alasan itu pula yang membuat Arema tidak memperpanjang kontraknya.

Persebaya kabarnya bersedia membayar nilai kontrak yang diinginkan Konate. Pemain satu ini juga jadi buruan hangat klub-klub Liga 1 karena kualitasnya. Dia tercatat sebagai satu di antara playmaker terbaik di Indonesia. Musim lalu, dia menyumbang 15 gol dan 11 assist dari 33 penampilan.

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia