Mario Gomez Ingin Memberikan Karakter untuk Arema

Oleh Iwan Setiawan pada 17 Jan 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 17 Jan 2020, 19:00 WIB
Mario Gomez

Bola.com, Malang - Pelatih baru Arema, Mario Gomez, sudah dikenalkan secara resmi ke publik pada Kamis (16/1/2020). Mantan arsitek Persib Bandung dan Borneo FC ini langsung memimpin latihan perdana di Stadion Gajayana, Kota Malang, sore harinya.

Ia juga langsung merasakan dukungan besar dari suporter Arema, Aremania. Ribuan suporter datang melihat aksi pertama tim bentukannya. Kendati, baru sesi latihan.

Optimisme pun makin tinggi lantaran target dari manajemen Arema tidak mudah, yakni go Asia musim depan. Alhasil, Singo Edan harus jadi juara Piala Indonesia atau Liga 1 musim ini.

Kepada Bola.com, Gomez membeberkan rencananya bersama Singo Edan. Termasuk cerita di balik perpindahannya dari Borneo FC ke Arema. Berikut wawancaranya.

Apa pertimbangan Anda melatih Arema?

Sebelumnya ada 2-3 tawaran atau opsi selain tim ini. Saya ambil Arema karena banyak alasan. Pertama, ini karena tim besar dan penting di Indonesia. Juga punya deretan pemain lokal bagus.

Selain itu, saya diberi kewenangan menyusun tim. Selanjutnya, saya juga senang dengan iklim kota ini.

Kemungkinan fasilitasnya tersedia. Terutama lapangan latihan, karena itu penting bagi kami. Sekarang saya di sini dan akan berikan yang terbaik dengan staf kepelatihan.

Rencana terdekat terkait persiapan Arema musim 2020?

Sekarang latihan untuk melihat kualitas pemain Arema secara detail, terutama pemain lokal. Yang jelas kehadiran tiga pemain asing tambahan nanti masih perlu dan penting. Kami akan mencari, dan Minggu (19/1/2020), akan pemusatan latihan di Batu.

2 dari 3 halaman

Pemain Asing

Arema FC
Pelatih Arema, Mario Gomez, didampingi asistennya, Charis Yulianto, dalam latihan pertama Arema yang dihadiri ribuan suporter Aremania di Stadion Gajayana, Malang (16/1/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Anda dapat target membawa Arema go Asia untuk musim depan. Bagaimana program mencapai target itu?

Kalau target saya sendiri, bertahap. Selangkah demi selangkah. Yang penting Arema menang di kandang dan tandang. Tentu harus main dengan karakter.

Tim ini akan terus bertumbuh setiap pertandingan. Apalagi kompetisi ini lama, sampai November. Dalam perjalanannya, kadang kami menang, imbang mungkin juga kalah. Tapi, dari kekalahan itu juga ada evaluasi agar tim ini terus meningkat sepanjang waktu.

Anda menyebut karakter. Seperti apa karakter bermain yang diinginkan untuk Arema?

Karakter yang sederhana. Main di kandang dan tandang dengan cara yang sama. Itu saja. Tapi tidak mudah memang. Butuh proses.

Tentang kebutuhan tiga pemain asing tambahan. Apa itu termasuk Jonathan Bauman dan Ezechiel Ndouassel?

Sekarang masih diskusi dengan manajemen tentang tiga pemain asing. Saya akan datangkan pemain yang bagus. Kalau sudah selesai, pasti kami sebutkan namanya. Untuk Baiman dan Ezzechiel, mereka pemain bagus. Itu saja.

Hal itu berarti Bauman dan Ezzechiel akan gabung Arema?

Mereka memang pemain bagus. Tapi, bukan hanya Bauman dan Ezzechiel yang masuk daftar pemain bagus di Indonesia. Saya tidak bisa menyebutkan nama pemain asing sebelum proses perekrutannya selesai.

3 dari 3 halaman

Pemain Muda

Tim pelatih Arema FC
Tim pelatih Arema FC musim 2020 (dari kiri ke kanan), Singgih Pitono, Charis Yulianto, Mario Gomez, Marcos Gonzales, Felipe Americo, dan Kuncoro. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Apa rencana Anda untuk pemain muda Arema, terutama yang baru promosi dari Akademi Arema?

Saat ini memang banyak pemain muda di tim Arema. Saya belajar dari pengalaman di Borneo FC. Mungkin tidak semua bermain penuh, atau justru dipinjamkan ke divisi yang lebih rendah.

Bisa juga dapat kesempatan bermain beberapa menit. Contohnya seperti Nurdiansyah, yang saya bawa dari Borneo FC. Dia pemain muda yang berkarakter.

Ketika pemain muda sudah dapat kesempatan main dan tampil jelek, jangan diturunkan lagi ke tim cadangan. Pertahankan dulu di tim utama agar berproses. Selain itu, beri pemain muda lapangan yang bagus agar bisa memperlihatkan skill mereka.

Dulu punya pengalaman kurang bagus saat melatih Persib (2018) dan bermain di Malang. Anda terkena lemparan dan membuat pelipis beradarah. Ada komentar?

Anda ternyata masih ingat dengan kejadian itu. Hehehe… Tapi, saya sudah melupakannya Karena itu hanya kesalahan satu orang suporter saja. Tapi, suporter memang perlu pembinaan. 

Lanjutkan Membaca ↓
Pemain Bhayangkara FC, Jajang Mulyana Giat Lakukan Penyembuhan Tahap Akhir Pasca Cedera