Hujan Deras, Persebaya Pindah Lapangan Latihan di Sleman

Oleh Aditya Wany pada 22 Jan 2020, 20:50 WIB
Diperbarui 22 Jan 2020, 20:50 WIB
Persebaya Surabaya

Bola.com, Sleman - Persebaya Surabaya mencoba suasana baru dalam pemusatan latihan di Sleman, DIY. Mereka menggunakan Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sleman, dalam hari ketujuh TC, Rabu (22/1/2020) sore.

Keputusan memindah tempat latihan itu diambil setelah Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, yang menjadi tempat latihan Persehaya selama enam hari terakhir ini digenang air.

Penyebabnya, hujan deras mengguyur sekitar kawasan UNY sejak siang sehingga lapangan di tempat itu tidak bisa digunakan.

"Memang tadi hujan, sehingga kami tidak bisa melakukan latihan di UNY. Tapi besok pagi latihan di UNY, sorenye kembali lagi di sini. Sebenarnya sama, lapangan di sini bagus, UNY juga bagus," kata Aji Santoso, pelatih Persebaya, saat ditemui Bola.com setelah latihan.

Lapangan YIS membuat latihan Persebaya berjalan berbeda dari biasanya. Lapangan ini terletak di Kecamatan Mlati ini lebih sunyi dan tenang. Di sekitar lapangan juga terdapat berbagai tumbuhan dan pepohonan.

Hal itu berbeda dengan Stadion UNY yang lebih bising karena dekat dengan kawasan perkotaan. Tempat ini lebih ramai mengingat banyak mahasiswa beraktivitas di lapangan di area komplek kampus itu.

"Lingkungan di sini (YIS) lebih luas dan banyak pepohonan jadi lebih asri. Tempatnya cukup bagus, lapangan juga sangat memenuhi syarat. Tapi UNY juga bagus," imbuh mantan pemain Persebaya Surabaya itu.

2 dari 3 halaman

Tak Ada Kendala

Persebaya Surabaya
Patrich Wanggai dkk. dalam pemusatan latihan Persebaya di Sleman. (Bola.com/Aditya Wany)

Selama latihan, Persebaya Surabaya tidak mengalami banyak kendala. Udara di Lapangan YIS juga lebih segar sehingga membuat para pemain bisa menjalani latihan dengan lancar.

Cuaca mendung juga mendukung aktivitas agenda TC Persebaya. Berbeda dari biasanya, cuaca di Depok, Sleman, biasanya tetap terik meski sudah sore hari.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia