Hengkang dari Persela, Dwi Kuswanto Segera Cari Klub Baru

Oleh Aditya Wany pada 23 Jan 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 23 Jan 2020, 13:15 WIB
Dwi Kuswanto (Persela Lamongan)

Bola.com, Lamongan - Penjaga gawang Dwi Kuswanto secara resmi telah hengkang dari Persela Lamongan. Dia telah berpamitan kepada jajaran pelatih, manajemen, beserta suporter klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu.

Penyebabnya, kiper yang karib disapa Dwikus itu tidak menemui kata sepakat untuk memperpanjang kontrak dengan Persela Lamongan. Dia meminta kenaikan nilai kontrak, namun manajemen klub tidak bisa memenuhinya.

“Saya minta kenaikan kontrak, dan manajemen sudah menaikkannya. Tapi, kenaikannya itu belum sampai titik temu yang saya harapkan. Terakhir, manajemen bilang belum bisa (memenuhi),” kata kiper kelahiran Sidoarjo tersebut.

Awal mula persoalan ini muncul setelah Dwikus mengklaim telah melihat ada penjaga gawang lain pada musim lalu yang memiliki nilai kontrak lebih tinggi darinya. Hal itulah yang membuatnya sebagai kiper utama Persela selama dua musim terakhir ingin naik gaji.

Dwikus mengaku pengajuan nilai kontraknya kepada manajemen Persela Lamongan tidak mencapai 30 persen dari nilai musim lalu. Sayang, nominal yang diinginkannya tetap tidak bisa dikabulkan oleh manajemen klub.

“Saya menyesalkan tidak adanya kesepakatan di antara kami. Saya menawarkan nilai yang tidak seberapa. Saya tahu anggaran klub, tidak mungkin minta melebihi batas. Tapi, manajemen kayaknya sudah melewati batas,” ucap Dwikus yang enggan menyebutkan nilai yang dimaksud.

 

2 dari 3 halaman

Buka Pintu untuk Klub Lain

Sebelum resmi hengkang dari Persela Lamongan, kiper berusia 34 tahun itu mengaku tidak memiliki rencana untuk membela tim selain Persela pada musim 2020. Kini, dia telah membuka peluang mendapat tawaran dari klub lain.

“Ada beberapa klub yang berkomunikasi dengan saya. Sementara saya akan bersabar dulu dan menunggu. Saya perlu mempertimbangkan secara matang sebelum membuat keputusan,” tutur mantan penjaga gawang Arema FC itu.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia