Curhatan Ezra Walian Setelah Gagal Bela PSM Makasar di Piala AFC 2020

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 23 Jan 2020, 17:40 WIB
Diperbarui 23 Jan 2020, 17:40 WIB
Persela Lamongan vs PSM Makassar

Bola.com, Jakarta - Ezra Walian tersandung masalah administrasi untuk memperkuat PSM Makassar di Piala AFC 2020. Status kewarganegaraan Ezra masih belum berubah di FIFA dan AFC.

Ezra masih tercatat sebagai pemain berpaspor Belanda. Padahal ia telah berganti kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia sejak Mei 2017.

Pemain kelahiran Amsterdam tersebut lalu menumpahkan kekecewaannya di akun instagram miliknya.

 
 
 
View this post on Instagram

Really unfortunate that I can’t play due to regulations. Good luck to my team! EWAKO PSM 🔴⚽️

A post shared by Ezra Walian (@ezrawalian) on

"Benar-benar disayangkan saya tidak bisa bermain karena peraturan. Semoga berhasil untuk tim saya! Ewako PSM" tulis Ezra

Ezra Walian terpaksa mendukung PSM Makassar dari bangku penonton saat timnya melawan Laleno United di Playoff AFC Cup 2020. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan tim Juku Eja.

2 dari 2 halaman

Pernah Mangalami Masalah Serupa di Kualifikasi Piala Asia U-23 2019

Pemain Timnas Indonesia U-23, Ezra Walian, melakukan pendinginan usai latihan. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pemain Timnas Indonesia U-23, Ezra Walian, melakukan pendinginan usai latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (14/3). Latihan ini merupakan persiapan jelang Kualifikasi Piala AFC U-23. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pertama kali status kewarganegaraan Ezra dipermasalahkan saat Kualifikasi Piala Asia U-23 2019 di Vietnam.

FIFA melarang Ezra Walian untuk tampil membela Timnas Indonesia U-23 pada ajang tersebut. Penyebabnya, FIFA mendapatkan memorandum dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

Sesuai surat yang dikirim KNVB, Ezra Walian tercatat pernah berseragam Timnas Belanda U-15, U-16, dan U-17, sebelum berganti kewarganegaraan Indonesia pada Mei 2017.

Alhasil, Ezra Walian masih ilegal untuk bermain dengan Timnas Indonesia U-23 maupun senior pada perhelatan di bawah naungan FIFA.

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia