PT LIB Mengakui Harga Hak Siar Liga 1 2020 Melonjak

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 13 Feb 2020, 05:15 WIB
Diperbarui 13 Feb 2020, 05:15 WIB
Direktur PT LIB Cucu Sumantri

Bola.com, Jakarta - Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Cucu Somantri, mengakui adanya peningkatan harga hak siar Liga 1 2020. Namun, Cucu enggan membocorkan nilai kerja sama dengan pihak televisi.

EMTEK Group kembali mendapatkan hak siar pertandingan Liga 1 2020. Sebanyak 306 pertandingan akan disiarkan secara langsung di Indosiar dan O Channel serta melalui platform live streaming.

Ini menjadi musim ketiga EMTEK Group menyiarkan Liga 1 2020. Cucu Somantri pun mengakui nilai kerja sama antara PT LIB dengan EMTEK Group lebih tinggi dari musim lalu.

"Ada peningkatan untuk nilai hak siarnya. Kalau tidak, saya pasti tidak mau duduk di sini. Namun, harganya itu tidak boleh dipublikasikan," kata Cucu Somantri yang disambut tawa hadirin dalam acara pengumuman hak siar EMTEK di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Cucu Somantri juga membantah kabar yang menyebut harga hak siar Liga 1 2020 lebih mahal dari Premier League. Menurut dia, hal itu sangat mustahil.

"Pasti lebih mahal Premier League dong. Apalagi liganya itu disiarkan di seluruh dunia," tegas pria purnawirawan Mayor Jenderal TNI AD itu.

Liga 1 2020 bakal diikuti 18 klub terbaik Indonesia. Kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu kabarnya bakal digelar pada 29 Februari 2020 sampai pengujung Oktober mendatang.

2 dari 3 halaman

Berharap Tak Ada Penundaan

Liga 1 2020, Liga 1, Emtek, PT LIB, Indosiar
Direksi PT Liga Indonesia Baru bersama Direktur Programming Surya Citra Media, Harsiwi Achmad, saat mengumumkan Emtek Group sebagai pemegang hak siar Liga 1 2020. (Bola.com/Yoppy Renato)

Direktur Programming Surya Citra Media, Harsiwi Achmad, juga berharap Liga 1 2020 bisa berjalan mulus tanpa adanya penundaan jadwal pertandingan seperti yang terjadi pada musim lalu. Sebab, hal itu sangat merugikan dari segi industri.

"Kami dari industri berharap semoga tidak ada lagi penundaan jadwal pertandingan. Itu memberikan kerugian karena kami harus membayar kompensasi kepada pengiklan. Mereka tadinya ingin di jadwal prime time, namun diubah," kata Harsiwi Achmad.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓