Resmi Gabung PSIS, Flavio Beck Junior Punya Tekad Besar

Oleh Vincentius Atmaja pada 15 Feb 2020, 05:15 WIB
Diperbarui 15 Feb 2020, 05:15 WIB
PSIS Semarang Logo

Bola.com, Semarang - Lengkap sudah slot pemain asing yang dimiliki PSIS Semarang menyambut Liga 1 musim 2020. Flavio Beck Jr menjadi pemain asing terakhir yang didatangkan Mahesa Jenar.

Pemain asal Brasil ini resmi menjadi pemain anyar PSIS Semarang, saat diumumkan oleh klub PSIS, Kamis (13/2/2020). Flavio Beck Jr mengaku sudah mantap memilih PSIS, meski sempat ditawar sejumlah tim.

"Saya tahu PSIS adalah tim yang besar. Punya suporter yang begitu besar. Tentunya saya datang untuk bisa mengangkat prestasi PSIS lebih baik, hingga ke papan atas," terang mantan pemain Bhayangkara FC dan Semen Padang, Jumat (14/2/2020).

Flavio Beck Junior berharap dengan kerja keras dan solidnya skuat di PSIS, dapat mengembalikan prestasi yang lebih baik. Diketahui PSIS gagal memperbaiki prestasi di Liga 1 musim 2019 karena hanya mampu finis di urutan ke-14 klasemen akhir.

"Saya pribadi punya target bisa membawa PSIS Semarang setidaknya di urutan ketiga klasemen akhir musim nanti. Dengan posisi sebagai gelandang, saya berharap bisa membantu lewat gol atau assist," tutur Flavio.

 

2 dari 3 halaman

Faktor Dragan Djukanovic

Dragan Djukanovic, PSIS Semarang
Dragan Djukanovic melayani foto bersama dengan suporter PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (15/11/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Kepindahannya ke klub asal Kota Lumpia tak lepas peran pelatih Dragan Djukanovic. Flavio dan Dragan pernah berkerjasama saat di Borneo FC.

Kedekatan itulah yang membuat Dragan berusaha memboyongnya ke PSIS Semarang. Flavio Beck Jr sendiri sebenarnya sudah datang dalam latihan bersama Dragan Djukanovic dalam dua pekan terakhir. Hanya saja kepastian merekrutnya dilakukan setelah lolos tes medis.

"Ketika mengetahui Dragan Djukanovic adalah pelatih di PSIS, saya pun setuju datang ke sini," jelas Flavio Beck Jr.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia