Cedera Saat Berlatih, Striker Asing Persik Harus Jalani Tes Medis

Oleh Gatot Susetyo pada 15 Feb 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 15 Feb 2020, 19:00 WIB
Patrick Bordon, Persik Kediri

Bola.com, Surabaya - Striker anyar Persik Kediri, Patrick Bordon, terpaksa harus menjalani tes medis. Manajemen Persik melakukan kebijakan itu menyusul cedera yang dialami striker anyar asal Slovenia itu saat latihan bersama Faris Aditama dkk. di sela-sela Piala Gubernur Jatim 2020.

Patrick Bordon kurang beruntung. Ketika menjalani latihan bersama tim barunya itu di Surabaya, pemain asal Slovenia itu mengalami cedera.

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo, pun mengaku sang pemain harus menjalani tes medis tersebut sebelum kembali berlatih bersama Macan Putih.

"Patrick Bordon harus tes medis dulu sebelum ikut latihan dengan tim di Kediri nanti. Kami melakukan itu agar mendapat kepastian apa penyebab cederanya. Sehingga saat latihan tidak bertambah parah," tutur Joko Susilo, pelatih Persik.

Persik memang sangat hati-hati menangani Patrick Bordon. Striker asing itu jadi harapan terakhir Macan Putih, setelah lini depan mengalami berbagai kendala.

Apalagi, kemungkinan besar striker lokal Septian Satria Bagaskara juga belum bisa dimainkan pada pekan-pekan awal Liga 1 2020 nanti. Meski sudah pulih dari cedera engkel, Bagas butuh sebulan lagi untuk bertarung di kompetisi.

"Saya anggap ini ujian dari Allah SWT. Ketika Bordon sudah gabung dengan Persik Kediri, tiba-tiba dia cedera. Bagas juga belum siap main. Semoga cedera Bordon tak serius, sehingga bisa latihan untuk tampil dalam partai pembuka lawan Persebaya nanti," kata Joko Susilo.

 

2 dari 3 halaman

Punya Ambisi

Mantan asisten Timnas Indonesia ini menyatakan Patrick Bordon minta diturunkan saat Persik Kediri melumat Bhayangkara FC 3-0 pada partai penutup Grup A Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Jumat (14/2/2020) lalu.

Tapi, Joko Susilo menolak permintaan pemain berpostur 194 cm itu.

"Motivasi Bordon ingin main sangat besar. Meski sakit, dia ingin melawan Bhayangkara FC. Saya terpaksa melarangnya, karena takut cederanya tambah parah," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia