Wakil Wali Kota Kediri Wafat, Pemain Asing Persik Ikuti Takziah di Pondok Pesantren

Oleh Gatot Susetyo pada 16 Feb 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 16 Feb 2020, 11:30 WIB
Ante Bakmaz
Ante Bakmaz (tengah), saat melayat ke rumah duka Wakil Walikota Kediri Hj. Lilik Muhibah. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Kediri - Warga Kota Kediri, Sabtu (15/2/2020), berduka. Wakil Wali Kota Kediri, Hj. Lilik Muhibah tutup usia karena sakit. Almarhumah yang hampir dua periode mendampingi Wali Kota Abdullah Abubakar ini meninggal saat dirawat di RSUD Dr. Sutomo Surabaya.

Segenap manajemen dan pemain Persik Kediri pun menyampaikan belasungkawa dengan takziah di rumah duka Ponpes Al Islah Kota Kediri.

Saat ini Faris Aditama dkk. diliburkan usai melakoni Piala Gubernur Jatim di Bangkalan, Madura. Hanya beberapa pemain yang mewakili tim bertakziah, satu di antaranya adalah pemain asing, Ante Bakmaz.

Bek tengah asal Australia ini datang bersama sekretaris tim, Arif Priyono. Mantan pemain Madura United 2019 ini punya pengalaman berkesan saat melayat. Terutama soal toleransi beragama.

Awalnya, Ante Bakmaz segan hadir pada acara penghormatan terakhir untuk almarhumah Hj. Lilik Muhibah, karena dia pemeluk Katolik.

"Setelah saya jelaskan bahwa di Indonesia toleransi beragama dijunjung tinggi, Ante Bakmaz pun mengerti. Dia pun senang hati datang dengan saya ke rumah duka," tutur Arif Priyono.

2 dari 2 halaman

Toleransi Beragama

Ante Bakmaz
Ante Bakmaz diyakini bisa menjadi benteng tangguh Persik Kediri di Liga 1 2020. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Rumah almarhumah Hj. Lilik Muhibah menyatu dengan Ponpes Al Islah. Ante Bakmaz pun kembali dihinggapi keraguan.

"Apa boleh saya masuk pondok? Saya bukan muslim," tanya Bakmaz kepada Arif Priyono.

Setelah dijelaskan perihal toleransi dan kerukunan antarpemeluk agama, Ante Bakmaz pun ikut duduk bersama pelayat lainnya.

"Bakmaz baru pertama kali ikut prosesi seperti ini. Jadi wajar bila di benaknya banyak tanda tanya. Tapi dia mengaku dapat pengalaman sangat berkesan soal beragama dan budaya di Indonesia," kata Arif Priyono.

Lanjutkan Membaca ↓