Perbaiki Rumput Stadion Kebondalem, PSIS Buka Peluang Bermarkas di Kendal

Oleh Vincentius Atmaja pada 20 Feb 2020, 19:45 WIB
Diperbarui 20 Feb 2020, 19:45 WIB
PSIS Semarang, Stadion Kebondalem, Liga 1 2020

Bola.com, Semarang - Manajemen PSIS Semarang merombak kualitas rumput Stadion Kebondalem, Kendal, demi bisa digunakan untuk menggelar laga kandang saat bergulirnya Liga 1 musim 2020.

Markas klub Liga 3, Persik Kendal, tersebut masuk dalam daftar enam Stadion alternatif markas Mahesa Jenar, selain Stadion Jatidiri dan Citarum yang berada di Kota Semarang. Kapasitas tribune yang lebih besar ketimbang Stadion Citarum juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi PSIS Semarang.

Selain itu, Stadion Kebondalem hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Semarang. Meskipun masuk Kabupaten Kendal, jarak yang begitu dekat diyakini membuat PSIS lebih memilih Kendal, selain Stadion Moch Soebroto, di Magelang.

Untuk merealisasikannya, rumput Stadion Kebondalem direnovasi dengan standar Liga 1. Bahkan PSIS Semarang menggandeng perusahaan spesialis pengelolaan rumput ternama di Indonesia, PT Harapan Jaya Lestarindo.

Perusahaan yang lebih dikenal dengan nama Lestarindo Soccerfield ini juga mengelola beberapa Stadion di Indonesia dengan kualitas terbaik. Seperti halnya Stadion Maguwoharjo, Stadion Segiri, dan Stadion Papua Bangkit.

 

2 dari 3 halaman

Agar Lebih Dekat dengan Semarang

Yoyok Sukawi (PSIS Semarang)
CEO PSIS, Yoyok Sukawi. (Bola.com/Vincentius Atmaja) 

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan renovasi lapangan di Stadion Kendal sebagai wujud PSIS sangat ingin bermarkas di Semarang dan sekitarnya. Jangkauan dari para fan yang lebih dekat, menjadi kekuatan utama PSIS dalam mengarungi kompetisi nanti.

"Ini sebagai wujud keseriusan PSIS yang ingin menggunakan Stadion Kebondalem. Kami mendatangkan Lestarindo dengan biaya mandiri," terang Yoyok Sukawi, Kamis (20/2/2020).

"Selain pembenahan pada rumput, proses renovasi juga dilakukan pada beberapa ruangan juga telah dilakukan sejak pekan lalu. Mohon doa restu warga Semarang supaya proses renovasi berjalan lancar," jelas Yoyok.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓