Kushedya Hari Yudo dan Sandi Sute, Protagonis dan Antagonis Pekan 1 Shopee Liga 1 2020

Oleh Gatot Susetyo pada 03 Mar 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 13:15 WIB
Shopee Liga 1 : Tira Persikabo Vs Arema FC
Pemain Arema FC, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli melakukan selebrasi usai membobol gawang Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Para aktor lapangan hijau unjuk kebolehan pada laga pekan pertama Shopee Liga 1 2020 yang berlangsung 29 Februari-1 Maret.

Di antara ratusan pesepak bola yang beraksi pada sembilan laga yang digelar, ada dua nama yang patut disebut protagonis dan antagonis.

Striker Arema FC, Kushedya Hari Yudo, pantas disebut sebagai protagonis. Dua golnya yang bersarang di jala Persikabo yang dijaga Dwi Kuswanto menempatkan Hari Yudo sebagai satu-satunya bomber lokal yang bertengger di puncak daftar pencetak gol sementara bersama Wander Luiz (Persib) dan Beto Goncalves (Madura United).

Faktor yang memperkuat Hari Yudo sebagai protagonis adalah gol cepatnya lewat sundulan kepala pada menit ke-5 yang memanfaatkan umpan silang dari kaki M. Rafli. Apalagi pada duel ini, Arema FC hanya memainkan seorang pemain asingnya.

Sementara Sandi Sute bisa dinilai sebagai antagonis. Aksi spontanitasnya dengan menendang botol minuman saat ditarik keluar pada laga Persija kontra Borneo FC jadi sorotan.

Imbasnya, Manajer Persija, Bambang Pamungkas menjatuhkan sanksi larangan bermain dua kali untuk Sandi Sute. Ini tentu sebuah kerugian bagi pribadi Sandi Sute dan Persija.

Shopee Liga 1 2020 masih memiliki ratusan pertandingan-pertandingan seru. Anda bisa menyaksikan duel-duel itu melalui siaran langsung di Indosiar, O Channel, dan live streaming di Vidio.

2 dari 3 halaman

Permintaan Maaf

Liga 1 2019 : Persija Jakarta Vs Kalteng Putra
Gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute, melakukan selebrasi sujud syukur usai membobol gawang Kalteng Putra pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (20/8). Persija menang 3-0 atas Kalteng Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sandi Sute telah mengungkapkan permohonan maaf setelah menendang botol. Sandi mengaku hal itu dilakukannya secara spontan karena kecewa masih ingin bermain.

Sandi menendang botol yang ada dipinggir lapangan setelah pelatih Persija, Sergio Farias, menggantinya dengan Evan Dimas pada menit ke-20. Sandi Sute juga langsung masuk ruang ganti tanpa mampir ke bangku cadangan pemain. 

"Saya memohon maaf atas sikap dan tingkah yang saya lakukan pada pertandingan perdana antara Persija melawan Borneo FC. Atas nama pribadi, saya mengatakan semuanya spontan terjadi karena saya begitu bersemangat untuk membela tim," kata Sandi Sute dalam akun instagram pribadi miliknya, Senin (2/3/2020).

"Saya terkejut pelatih menggantikan saya pada menit awal. Secara pribadi saya ingin memberikan kontribusi kepada tim dan saya ingin Persija meraih hasil terbaik pada laga perdana. Kepada manajemen, pelatih, dan seluruh Jakmania di manapun berada, saya meminta maaf atas apa yang sudah saya lakukan," ujar Sandi Sute.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 1), Cerita Hidung Berdarah karena Romelu Lukaku