Asisten Manajer Persiraja: Contohlah Perilaku Fans Persik dan Madura United

Oleh Gatot Susetyo pada 18 Mar 2020, 06:15 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 06:15 WIB
Persiraja Banda Aceh
Skuat Persiraja Banda Aceh. (dok. Persiraja Banda Aceh)

Bola.com, Kediri - Asisten Manajer Persiraja Rahmat Djailani banyak mendapat pengalaman selama mendampingi tim saat tur di Jawa Timur. Pada pekan kedua dan ketiga Shopee Liga 1 2020 lalu Laskar Rencong melawat ke markas Madura United dan Persik Kediri.

Dari dua laga tandang ini, anak asuh Hendri Susilo meraih empat poin dari hasil imbang tanpa gol melawan Madura United dan kemenangan atas Persik 1-0.

Bagi Rahmat Djailani bukan soal jumlah poin yang diambil pelajaran. Namun sikap dan perilaku suporter di Madura dan Kediri yang tidak anarkis. Meskipun tim kebanggaan mereka gagal meraih kemenangan di kandang.

"Ini tur pertama kami di Liga 1. Sebagai tim promosi, saya harus belajar banyak hal dari klub-klub lain. Salah satu jadi perhatian saya adalah perilaku suporter tuan rumah. Fans Madura dan Kediri tak anarkis ketika timnya seri dan kalah," kata Rahmat Djailani.

Rahmat mengaku salut dengan sikap Kacongmania dan Persikmania yang tetap santun, meski hasil akhir pertandingan mengecewakan mereka.

"Menurut saya perilaku ini yang saya harus sampaikan kepada suporter Persiraja. Mereka (fans Persiraja) harus meniru pendukung Madura United dan Persik. Suporter kami memang masih harus banyak belajar dan menerima kenyataan di lapangan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Denda Komdis

Asisten Manajer Persiraja Rahmat Djailani
Asisten Manajer Persiraja Rahmat Djailani meminta suporter Persiraja meniru sikap Kacongmania dan Persikmania agar tidak dijatuhi sanksi Komdis PSSI lagi. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Rahmat Djailani perlu menyuarakan soal perilaku suporter ini. Karena berkaca dari laga perdana Persiraja kontra Bhayangkara FC di Banda Aceh lalu yang berakhir dengan skor 1-1, perilaku suporter yang tak simpatik berakibat denda dari Komdis PSSI.

Dari sidang Komdis PSSI, Senin (9/3/2020), Persiraja dijatuhi denda sebesar Rp55 juta. Karena suporter melakukan pelemparan ke dalam lapangan dan berteriak menghina wasit dengan kalimat tidak patut.

"Bagi manajemen denda itu cukup besar. Karena uang sebanyak itu bisa dimanfaatkan untuk operasional tim. Misalnya sebagai bonus kepada pemain, atau keperluan lainnya," kata Rahmat Djailani.

"Nah, saya minta suporter Persiraja bisa meniru sikap rekannya di Madura dan Kediri agar tak terulang lagi di pertandingan kandang nanti," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓
Kiper Persita Tangerang, Annas Fitrianto Tetap Bugar Jelang Kembalinya Shopee Liga 1 2020