Kiprah Klub Sumatra di Kompetisi Elite Indonesia dan Fenomena Persiraja

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 20 Mar 2020, 08:45 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 08:45 WIB
Trivia Klub Asal Sumatra
Trivia Klub Asal Sumatra (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Shopee Liga 1 2020 menjadi titik nadir bagi klub-klub asal Sumatra. Tercatat, hanya satu wakil dari Sumatra, yakni Persiraja Banda Aceh, yang mampu tampil di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia itu.

Ini kali pertama di era Liga 1 hanya diikuti satu wakil asal Sumatra. Ketatnya persaingan menjadi penyebab mulai bertumbangan klub-klub dari pulau di bagian barat Indonesia itu.

Pada edisi 2017, awal era Liga 1, sebanyak dua klub Sumatra turut berpartisipasi yakni Semen Padang dan Sriwijaya FC. Pada akhir musim, hanya Sriwijaya FC yang bertahan karena finis di papan tengah. Adapun Semen Padang turun kasta karena finis di zona merah.

Memasuki musim 2018, Sriwijaya FC ditemani PSMS Medan yang naik melalui jalur promosi. Sayangnya, pada akhir musim kedua klub sama-sama terdegradasi karena tak mampu bersaing.

Meski begitu, wakil Sumatra tetap berjumlah dua setelah Semen Padang kembali melalui jalur promosi. Adapun satu wakil lainnya adalah Badak Lampung FC, klub hasil merger dengan Perseru Serui yang disuntik mati.

Namun, sekali lagi ketatnya persaingan membuat kedua tim terlempar pada akhir musim. Badak Lampung dan Semen Padang turun kasta karena finis di zona merah.

Melihat dari kasus-kasus tersebut, penyebabnya klub-klub Sumatra kesulitan bersaing diyakini minimnya pemain bintang yang mampu didatangkan. Selain itu, mereka juga kesulitan mencari pemain-pemain lokal untuk memperkuat tim.

Pilihan pemain asing yang didatangkan juga tak memiliki nama besar atau riwayat memperkuat klub-klub elite. Tentu saja faktor tersebut berdampak langsung pada kualitas permainan klub-klub asal Sumatra.

2 dari 3 halaman

Harapan Baru

Persiraja Banda Aceh
Skuat Persiraja Banda Aceh. (dok. Persiraja Banda Aceh)

Persiraja Banda Aceh akhirnya menyelamatkan wajah Sumatra pada Shopee Liga 1 2020. Klub berjulukan Laskar Rencong itu promosi setelah finis di peringkat ketiga pada Liga 2 2019.

Awalnya banyak yang memprediksi Persiraja hanya numpang lewat musim ini. Apalagi klub asuhan Hendri Susilo itu memiliki markas yang jauh karena terletak di ujung barat Indonesia.

Namun, stigma tersebut berhasil terbantahkan. Setidaknya untuk saat ini atau dalam tiga laga awal Shopee Liga 1 2020.

Persiraja berhasil menjadi tim kuda hitam karena belum terkalahkan dalam tiga laga. Persiraja meraih dua kali hasil imbang dan sekali menang. Mereka menghuni peringkat ketujuh dengan raihan lima poin.

Persiraja juga menjadi satu-satunya klub Shopee Liga 1 2020 yang belum kebobolan dalam tiga laga. Itu tak bisa dipisahkan dengan kukuhnya barisan pertahanan dan ketangguhan kiper Fakhrurrazi Quba di bawah mistar gawang.

Faktor-faktor tersebut kemudian dipadukan dengan kualitas pemain asing yang dimiliki, antara lain duo Brasil yakni Bruno Dybal dan Vanderlei Francisco, kemudian ada Adam Mitter asal Inggris, dan Samir Ayass yang merupakan gelandang Timnas Lebanon.

Penampilan cemerlang Persiraja Banda Aceh diharapkan bisa konsisten sepanjang musim. Dengan demikian, Persiraja bakal menyelamatkan sekaligus memantik kebangkitan klub-klub asal Sumatra.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia