Lini Pertahanan Arema FC Masih Jadi Kendala, Charis Yulianto Punya Tugas Berat

Oleh Iwan Setiawan pada 22 Mar 2020, 05:15 WIB
Diperbarui 22 Mar 2020, 05:15 WIB
Charis Yulianto, Arema FC
Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema FC mengawali Shopee Liga 1 2020 dengan kurang mulus. Tentu itu merupakan bukti konkret ada yang salah dalam pertahanan Singo Edan. Padahal mantan bek Timnas Indonesia, Charis Yulianto, kini sudah berada di skuat Arema FC sebagai asisten pelatih yang diharapkan bisa memperbaiki performa lini pertahanan Singo Edan.

Lini pertahanan Arema FC sebenarnya sudah menjadi sorotan sejak musim lalu. Singo Edan tercatat sampai kebobolan 62 gol di Shopee Liga 1 2019, yang membuat mereka menjadi tim nomor dua dalam urusan kebobolan terbanyak. Arema FC bahkan melakukan cuci gudang di lini pertahanan, seperti Hamka Hamzah, Ikhfanul Alam, Rachmat Latief, dan Arthur Cunha yang dipinjamkan ke Persipura Jayapura.

Kehadiran Charis Yulianto di susunan kepelatihan Arema FC tentu diharapkan bisa memperbaiki performa lini pertahanan sehingga menjadi lebih tangguh pada musim ini. Namun, Charis mengakui jika pertahanan Singo Edan memang masih rapuh.

Hal tersebut terlihat dalam tiga pertandingan pertama Arema FC yang sudah dilakoni di Shopee Liga 1 2020. Singo Edan baru mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan, tapi sudah kebobolan empat gol.

"Lini belakang masih rapuh. Tentu kami harus segera memperbaiki agar mereka bisa lebih rapat dan tidak mudah ditembus lawan. Tapi, ini bukan masalah sektor belakang saja, posisi lain juga harus melakukan perbaikan. Lini depan juga harus memaksimalkan peluang," ujar mantan asisten pelatih Borneo FC itu.

Arema FC hanya mampu menjaga gawangnya tetap clean sheet pada laga pekan pertama, di mana Singo Edan mampu menang 2-0 di kandang Tira Persikabo. Setelah itu, Arema FC kalah 1-2 dari Persib Bandung dan 0-2 dari PSIS Semarang.

 

 

2 dari 3 halaman

Rotasi

Arema FC
Matias Malvino dan Oh In-Kyun saat jelang pertandingan lawan Persib Bandung di Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani Arema FC pada awal musim Shopee Liga 1 2020, sang pelatih Mario Gomez selalu menerapkan komposisi yang berbeda di lini belakang. Namun, yang menarik ketika Matias Malvino belum bisa turun di pertandingan pertama, gawang Arema tidak kebobolan.

Saat itu, duet dua sahabat, Hanif Abdurrauf Sjahbandi dan Bagas Adi Nugroho, tampak solid mengawal lini pertahanan Arema FC. Begitu pun dengan dua bek sayap Singo Edan, Ahmad Alfarizi dan Syaiful Indra Cahya.

Sebenarnya ketika menghadapi Persib di Stadion Kanjuruhan, Arema FC menggunakan materi pemain yang lebih bagus. Namun, terlihat pertahanan Singo Edan belum solid.

Syaiful Indra Cahya bahkan melakukan dua kesalahan yang berujung dua gol untuk Persib. Arema FC pun kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut. Matias Malvino mendapatkan debutnya dalam pertandingan tersebut dan melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti yang berujung hukuman penalti.

Rotasi dilakukan ketika Arema FC menantang PSIS Semarang di Magelang dalam pertandingan pekan ketiga. Bagas Adi dan Syaiful Indra Cahya harus absen. Nurdiansyah dan Taufik Hidayat masuk dalam lineup. Hasilnya, Arema kebobolan dua gol dan menelan kekalahan.

Bukan tidak mungkin, Arema FC akan kembali melakukan rotasi di lini pertahanan ketika kompetisi Shopee Liga 1 2020 kembali bergulir. "Semua tergantung dari pemain sendiri. Dalam latihan akan terlihat bagaimana perkembangannya," ujar Charis Yulianto.

 

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓