Pemain Arema Mulai Berlatih Secara Online, Bagaimana Caranya?

Oleh Iwan Setiawan pada 23 Mar 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 17:00 WIB
Vikrian Akbar

Bola.com, Malang - Tim pelatih Arema FC membut program latihan khusus untuk mengisi masa libur. Arema meliburkan pemain hingga 31 Maret, imbas dari penyebaran virus Corona di Indonesia.

“Tim pelatih sudah mempersiapkan modul latihan untuk dijalankan oleh setiap pemain di rumah. Modulnya diberi tagline Arema Home Workout. Selama beraktivitas di rumah, semua pemain wajib melaporkan ke pelatih dalam bentuk video,” kata media officer Arema, Sudarmaji.

Pada Senin (23/3/2020), sejumlah pemain sudah membagi aktivitas latihannya di rumah, di antaranya kapten tim Hendro Siswanto, pemain muda Vikrian Akbar dan lainnya. Kebanyakan mereka latihan tanpa bola dan memanfaatkan peralatan di rumah.

Program latihan ini cukup sederhana namun bisa membuat kondisi para pemain terjaga. Yang terpenting pemain Arema dalam kondisi yang sehat karena fisik yang sehat juga bisa membuat kekebalan tubuh pemain terjaga dan tak mudah terjangkit virus.

“Kami latihan ini programnya pengulangan untuk jaga kondisi. Sekaligus buat video saja untuk dilaporkan nanti,” kata gelandang Arema, Vikrian Akbar.

Ketika pemain latihan di rumah, manajemen Arema FC terus menanti keputusan lanjutan dari PSSI. Ssaat ini sudah diputuskan Liga 1 dan 2 dihentikan dalam waktu yang belum ditentukan, sehingga manajemen mempersiapkan antisipasinya.

2 dari 3 halaman

Pembicaraan Kontrak

Arema FC Logo
Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Hari ini, manajemen Arema FC melakukan pembicaraan terutama perihal kontrak dengan para pemain, pelatih dan official dan kebijakan lainnya. Selama kompetisi berhenti, tentu ada penurunan pemasukan.

“Kami berharap wabah ini segeral berlalu dan kompetisi bakal digelar. Sebaliknya, kami yakin federasi memiliki solusi terbaik bagi semua pihak jika memang ada keputusan menghentikan kompetisi dikarenakan memang kondisi darurat,” sambungnya.

Beberapa kemungkinan bisa saja terjadi selama kompetisi berhenti. Kewajiban gaji pemain, pelatih dan official akan terdampak juga. Seperti saat Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA 2015, di mana kontrak pemain dipangkas demi efisiensi. 

 

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓