Kroasia Diguncang Gempa, Bek Persik Kediri Cemaskan Kondisi Leluhurnya

Oleh Gatot Susetyo pada 24 Mar 2020, 11:45 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 11:45 WIB
Persebaya vs Persik Shopee Liga 1 2020
Bek Persik Kediri, Ante Bakmaz, menyapa suporter Persik usai menahan imbang Persebaya pada laga pembuka Shopee Liga 1 2020, Sabtu (29/2). Persebaya dan Persik bermain imbang 1-1. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Gempa berkekuatan 5,5 SR mengguncang Zagreb, Ibukota Kroasia, Senin (23/3/2020). Ketika kabar ini tersebar, bek Persik Kediri Ante Bakmaz, pun langsung menghubungi keluarganya.

"Guncangan terasa cukup kuat di Zagreb. Saudara kandung tinggal di flat milik saya di kota itu. Katanya bangunan seperti bergerak ke kiri dan kanan cukup kuat," tutur Ante Bakmaz.

Bek berpaspor Australia ini punya darah Kroasia. Leluhurnya berasal dari negeri itu. Sebulan lalu, sebelum teken kontrak dengan Persik, Bakmaz sempat berlibur ke Kroasia untuk berkumpul dengan keluarga besarnya. Perasaan sedih juga dialami striker Persija Marco Simic yang berasal dari Kroasia.

"Sebuah kabar yang mengejutkan, sekaligus membuat saya sedih. Di tengah pengawasan ketat keamanan setempat karena virus Corona, keluarga di sana juga terkena gempa," katanya.

Ante Bakmaz juga menambahkan teman-teman dekatnya di Zagreb juga mengabarkan kondisi mereka.

"Warga kota Zagreb berhamburan keluar rumah. Saya berusaha terus komunikasi dengan keluarga. Kami bersyukur tak ada yang mengalami luka. Tapi ini jadi pukulan psikologis tambahan bagi mereka," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Marko Simic Juga Berduka

 

Marko Simic pun turut menyuarakan kesedihannya. Lewat Instagram Story miliknya, ia mengunggah video mengenai keadaan Kota Zagreb usai gempa terjadi.

Dilansir dari BBC, Zagreb yang tengah berstatus lockdown akibat wabah virus corona makin kesulitan mengatasi bencana tersebut. Rumah sakit yang berisi banyak pasien corona pun harus bekerja ekstra guna menstabilkan situasi.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat