Malang Masuk Zona Merah Virus Corona, Arema Tak Terapkan Kebijakan Ekstrem

Oleh Iwan Setiawan pada 24 Mar 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 16:00 WIB
Arema FC

Bola.com, Malang - Arema FC tidak menerapkan kebijakan ekstrem terhadap pemainnya meskipun Malang termasuk wilayah berlabel zona merah di Jawa Timur terkait pandemi virus corona. Arema hingga saat ini belum menerapkan kebijakan mengarantina para pemainnya.

Pihak Arema FC mengaku waspada dengan kondisi di Kota Malang. Hingga hari ini, ada 5 kasus positif COVID-19 di kota tersebut. 

Saat ini kebijakan yang ditempuh Arema FC adalah meliburkan sesi latihan hingga 31 Maret 2020. Selain itu, dokter tim Arema memberikan imbauan dan informasi terkait COVID-19 secara intensif melalui grup Whatsapp internal klub.

“Sekali lagi untuk memerangi corona ini juga kembali ke masing-masing. Semua harus punya kesadaran pribadi yang tinggi. Jangan mendalkan atau menunggu klub melakukan sesuatu. Terapkan social distancing dan jika mengalami masalah kesehatan langsung inisiatif memeriksakan diri,” jelas Media Officer Arema, Sudarmaji, Selasa (24/3/2020). 

Saat ini tidak banyak pemain yang bertahan di Malang. Sejak ada informasi latihan mundur sampai 31 Maret, kebanyakan pemain pulang kampung lagi. Selain memilih berkumpul dengan keluarga, mereka juga agak khawatir dengan kondisi Malang yang jadi zona merah COVID-19.

Jika melihat kondisi mes Arema FC, saat ini hanya ada 2 pemain yang tersisa, yakni Gitra Furton dan Mariando Uropmabin. Kedua pemain itu berasal daerah yang jauh. Gitra dari Padang dan Mariando dari Papua.

 

2 dari 3 halaman

Berjemur di Atap Mes

Gitra Yuda
Gitra Yuda menjadi rekrutan terakhir Arema FC musim ini. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Mes Arema FC juga menerapkan standar pencegahan penyebaran virus corona, antar lain menyediakan hand sanitizer. Selain itu, pemain wajib menjaga kebersihan kamar masing-masing.

Sebenarnya ada rencana penyemprotan mes dengan disinfektan pada Sabtu lalu (21/3/2020). Namun agenda itu tertunda karena masih banyak tempat umum yang harus disemprot lebih dulu oleh pemerintah Kota Malang.

Karyawan di mes dan dua pemain yang tersisa memilih tidak banyak keluar. Dikhawatirkan mereka justru membawa virus dari luar. Selama di mes, ada beberapa hal unik yang dilakukan pemain. Gitra beberapa kali berjemur di atap untuk mendapatkan sinar matahari pagi.

Itu terlihat di story instagramnya Sesala (24/3/2020). Dia meyakini virus bisa hilang dengan cara berjemur, tapi tentunya juga untuk kesehatan tubuhnya. Itu sudah jadi kebiasaan mantan pemain Martapura FC ini. Tapi karena jarang keluar mes, dia memilih untuk berjemur di atap. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓