Pasang Surut Persib Bandung di Liga Indonesia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 26 Mar 2020, 08:15 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 08:15 WIB
Persib Bandung

Bola.com, Jakarta - Persib Bandung pernah dianggap sebelah mata. Pada Liga Indonesia (Ligina) 2000-an, tim berjulukan Pangeran Biru itu mengalami masa kelam. Tidak ada gelar bergengsi yang mampu diraih. Padahal, kesebelasan kebanggaan Bobotoh ini termasuk ke dalam empat klub tersukses di Tanah Air.

Saat masih berkutat di kompetisi Perserikatan, Persib Bandung lima kali menduduki takhta. Pada era Ligina sejak 1994-1995 hingga sekarang, tim Maung Bandung dua kali merengkuh trofi.

Dengan tujuh gelar, Persib tercatat sebagai tim tersukses ketiga di Indonesia setelah Persija Jakarta dengan sebelas trofi dan Persebaya Surabaya yang mengoleksi delapan piala. Pangeran Biru bersanding dengan Persis Solo yang juga mengumpulkan tujuh gelar.

Ketika kompetisi Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Ligina 1994-1995 dan memakai nama Divisi Utama, Persib langsung keluar sebagai kampiun. Mereka sukses menundukkan Petrokimia Putra di partai puncak lewat gol semata wayang Sutiono Lamso.

Persib saat itu memiliki pemain kelas kakap, yakni Peri Sandria, Yusuf Bachtiar, hingga Robby Darwis. Di kursi pelatih, Indra Tohir didapuk sebagai penanggung jawab tim.

Setelah menjadi juara Ligina edisi pertama, pencapaian Persib terjun bebas. Untuk menembus empat besar saja mereka tidak mampu. Baru ketika Ligina berubah menjadi Indonesia Super League (ISL) pada 2008-2009, tim dari Kota Kembang ini berdiri di posisi keempat.

Hasil terburuk Persib di era Divisi Utama adalah pada musim 2006. Tim kebanggaan bobotoh ini tertatih-tatih di papan bawah dan nyaris terdegradasi. Untungnya, Badan Liga Indonesia (BLI) selaku penyelenggara kompetisi waktu itu menghapus peraturan degradasi setelah gempa mengguncang Yogyakarta. Akibatnya, PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman menarik diri dari kompetisi. Di akhir musim, Persib terpuruk di peringkat ke-12 dari 14 tim Wilayah Barat.

"Saya optimistis kami bisa keluar dari zona degradasi," kata pelatih Persib Bandung waktu itu, Arcan Iurie, sebelum menghadapi Persija Jakarta.

2 dari 5 halaman

Era Kebangkitan di ISL

Persib Bandung
Persib Bandung saat merayakan gelar juara Indonesia Super League 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya, (7/11/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Persib Bandung bangkit pada era ISL. Sejak 2008-2014, Pangeran Biru empat kali mengakhiri musim minimal di peringkat keempat.

Kemarau gelar Persib berakhir pada musim 2014. Tim yang sudah berusia 87 tahun ini dinobatkan sebagai yang terbaik di Indonesia setelah mengalahkan Persipura Jayapura 5-3 melalui adu penalti di pertandingan final setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal.

Gelandang asal Mali, Makan Konate dan Ferdinand Sinaga menjadi tulang punggung keberhasilan Persib mengakhiri puasa trofi selama 19 tahun. Masing-masing pemain mencetak 13 dan 11 gol di ISL 2014.

"Saya bersyukur impian saya selama ini dapat terwujud. Saya bangga dengan kemenangan ini, saya bahagia seperti pemain lainnya," kata Ferdinand.

3 dari 5 halaman

Mencari Konsistensi di Liga 1

Teja Paku Alam - Persib Bandung
Teja Paku Alam dan skuat Persib Bandung di Shopee Liga 1 2020. (foto: https://www.instagram.com/tejapakualaam)

Setelah sempat vakum, Liga Indonesia kembali dimulai menggunakan Liga 1 sebagai titel baru pada 2017. Persib Bandung masih belum mampu menemukan permainan terbaik pada era ini.

Persib berada di posisi ke-13 pada Liga 1 2017. Setahun berselang, Persib sempat menguasai klasemen hingga pertengahan musim sebelum dijatuhi hukuman berat oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Persib harus menggelar pertandingan kandang di luar Pulau Jawa dan tanpa penonton. Akibatnya, posisi Persib melorot sampai peringkat ke-4 pada akhir musim.

Hasil akhir Liga 1 2019 juga belum memuaskan, yakni peringkat keenam. 

Tren Persib mulai menanjak di Liga 1 2020. Hingga pekan ketiga, Maung Bandung menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih dengan tiga kemenangan. Namun, saat sedang on fire, PSSI terpaksa menghentikan kompetisi karena pandemi virus Corona.

4 dari 5 halaman

Pencapaian Persib Sejak era Liga Indonesia

Sutiono Lamso
Sutiono Lamso, mesin gol Persib saat jadi jawara Liga Indonesia edisi 1994-1995. (Bola.com/Dokumen GO)

Divisi Utama 1994-1995: Juara

Divisi Utama 1995-1996: Tersingkir di Babak 12 Besar

Divisi Utama 1996-1997: Tersingkir di Babak 12 Besar

Divisi Utama 1997-1998: Kompetisi Dihentikan

Divisi Utama 1998-1999: Peringkat ke-3 Grup 2 Wilayah Barat

Divisi Utama 1999-2000: Peringkat ke-8 Wilayah Barat

Divisi Utama 2001: Peringkat ke-3 Grup 1 Babak 8 Besar

Divisi Utama 2002: Peringkat ke-8 Wilayah Barat

Divisi Utama 2003: Peringkat ke-16

Divisi Utama 2004: Peringkat ke-6

Divisi Utama 2005: Peringat ke-5 Wilayah Barat

Divisi Utama 2006: Peringkat ke-12 Wilayah Barat

Divisi Utama 2007: Peringkat ke-5 Wilayah Barat

Indonesia Super League 2008-2009: Peringkat ke-3

Indonesia Super League 2009-2010: Peringkat ke-4

Indonesia Super League 2010-2011: Peringkat ke-7

Indonesia Super League 2011-2012: Kompetisi Tak Resmi

Indonesia Super League 2013: Peringkat ke-4

Indonesia Super League 2014: Juara

Indonesia Super League 2015: Kompetisi Dihentikan

2016: ISC

Liga 1 2017: Peringkat ke-13

Liga 1 2018: Peringkat ke-4

Liga 1 2019: Peringkat ke-6

5 dari 5 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓