Flashback Liga Indonesia: Cerita Klenik Persib di Semifinal Ligina 1994-1995

Oleh Erwin Fitriansyah pada 27 Mar 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 28 Mar 2020, 07:35 WIB
Logo Persib

Bola.com, Jakarta - Persib Bandung mencatat sejarah dengan kesuksesan menjadi juara Liga Indonesia 1994/1995. Kompetisi ini merupakan hasil penggabungan Perserikatan dan Galatama.

Kala itu, Persib ditangani pelatih lokal, Indra Thohir. Tak hanya itu, tim berjuluk Pangeran Biru ini juga diperkuat oleh pemain-pemain lokal seperti kiper Anwar Sanusi, bek Robby Darwis, Yadi Mulyadi, gelandang elegan Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, serta duet striker Sutiono-Kekey Zakaria.

Lantaran diarsiteki pelatih lokal dan sama sekali tak memakai pemain asing, pencapaian Persib menjadi juara ini menjadi istimewa. Pasalnya tim lain yang menjadi pesaing banyak yang memakai jasa pelatih dan pemain asing. Gelar tersebut melengkapi prestasi Persib yang pada musim sebelumnya menjadi juara kompetisi Perserikatan Divisi Utama setelah menang 2-0 atas PSM Makassar.

PSSI memperbolehkan setiap klub diperkuat oleh tiga pemain asing di Liga Indonesia 1994-1995. Tujuannya adalah untuk makin menambah daya tarik kompetisi Ligina I yang merupakan peleburan Perserikatan dan Galatama.

Pada laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 30 Juli 1995, Persib menang 1-0 atas Petrokimia Putra. Gol tunggal Persib dilesakkan oleh Sutiono Lamso.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Telur di Gawang Barito Putera

Sutiono Lamso
Sutiono Lamso, salah seorang pemain fenomenal yang dimiliki Persib. (Bola.com/Persib.co.id)

Cerita menarik sekaligus aneh sempat terjadi kala Persib menghadapi Barito Putera di babak semifinal. Kala itu Persib tampil dominan dan membombardir pertahanan Barito Putera di sepanjang pertandingan babak pertama.

Meski mendapatkan banyak peluang, Persib berulangkali gagal mencetak gol, meski peluang yang tercipta sudah benar-benar terbuka. Hampir seluruh pemain Persib yang berlaga heran dan menjelang frustasi, lantaran tak bisa membobol gawang Barito yang dijaga kiper berkepala plontos, Abdillah.

Dalam dunia sepak bola, kejadian aneh macam ini kadang terjadi. Pemain tim yang gagal mencetak gol kadang melakukan hal seperti menggoyang-goyang jaring gawang atau bahkan membuang ludah di dalam gawang lawan.

Beberapa pemain Persib pun sempat melakukan aksi tersebut. Hingga pada pertengahan babak kedua, Sutiono, kemudian menemukan sebutir telur di dekat gawang Abdillah. Sutiono lalu memecahkan telur tersebut. Abdillah yang melihat aksi Sutiono itu pun sempat marah-marah.

Tak lama setelah Sutiono memecahkan tersebut, Persib mencetak gol. Adalah Kekey Zakaria yang memecahkan kebuntuan setelah Sutiono memecahkan telur di gawang Abdillah.

Gol Kekey tersebut akhirnya menjadi satu-satunya gol pada laga itu dan mengantar Persib melaju ke final. Hingga kini, kisah telur di gawang Barito Putera tersebut tetap menjadi menjadi bumbu klenik yang menghiasi perjalanan Persib dalam usaha meraih gelar juara Liga Indonesia 1994/1995.

Lanjutkan Membaca ↓