Gaji Hanya Dibayarkan 25 Persen, Pemain Arema FC Berharap Situasi Segera Normal

Oleh Iwan Setiawan pada 27 Mar 2020, 21:30 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 21:30 WIB
Nurdiansyah, Arema FC

Bola.com, Malang - Mayoritas klub Liga 1, termasuk Arema FC, sudah menyusun empat usulan ketika kompetisi Shopee Liga 1 2020 dihentikan sampai batas yang belum ditentukan. Satu yang paling disoroti adalah penyusutan gaji menjadi hanya 25 persen bagi pemain, pelatih, dan ofisial yang mulai berlaku pada Maret ini.

Pada akhirnya, penyusutan pembayaran gaji sebesar 25 persen itu disetujui oleh PSSI dalam poin kedua dalam surat keputusan bernomor 48/SKEP/III/2020 yang ditandatangani Ketua Umm PSSI, Mochamad Iriawan.

"Klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani/disepakati antara klub dan pemain, pelatih, dan ofisial, atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020, yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja," bunyi poin kedua dalam surat keputusan PSSI tertanggal 27 Maret 2020 itu.

Semua ini tidak lain karena pandemi virus Corona. Penyusutan gaji tersebut terjadi tidak lain karena manajemen klub tidak mendapatkan pemasukan maksimal selama tidak ada pertandingan, di mana pemasukan terbesar tentu datang dari tiket pertandingan kandang.

Arema FC menjadi klub yang ikut mengusulkan hal itu. Hanya saja mayoritas pemain enggan berkomentar terkait usulan tersebut, di mana setiap pemain tentu ingin haknya dibayar penuh. Namun, di satu sisi mereka memahami semua sedang kesulitan. Covid-19 membuat banyak usaha tidak bisa berjalan maksimal.

Bek muda Arema FC, Nurdiansyah, juga tidak bisa berkomentar banyak terkait kebijakan yang tengah diusulkan klubnya. Meski merasa berat, Nurdiansyah harus pasrah. “Saya tidak bisa menyikapi terkait hal itu. Ngikut saja,” kata pemain asal Jombang, Jawa Timur, ini.

Tentunya Nurdiansyah berharap situasi cepat normal kembali sehingga pemain juga bisa berlatih dan menjalani pertandingan seperti biasanya. Tentunya, pemasukan mereka juga dikembalikan sesuai dengan yang tertera dalam kontrak.

Perlu diketahui, usulan dari Arema FC dan beberapa klub lain meminta beban gaji dibayar 25 persen hanya untuk selama kompetisi terhenti. Artinya, semua kembali normal ketika persoalan virus Corona ini sudah teratasi dan kompetisi berjalan.

2 dari 3 halaman

Kekhawatiran tentang Kondisi Fisik

Nurdiansyah dan Kushedya Hari Yudo
Nurdiansyah (kiri) dan Kushedya Hari Yudo ingin mewarisi nomor punggung dua pemain asing Arema FC musim lalu. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sementara itu, pemain Arema FC juga khawatir jika jeda kompetisi terlalu lama, terutama untuk urusan fisik. Meski Singo Edan melakukan latihan online, itu beda dengan latihan bersama tim.

Durasi waktu hingga ball feeling lebih efektif terasah jika latihan bersama tim. Tapi, apa mau dikata, hanya latihan dari rumah sekarang yang bisa dijalani.

“Tentu ada rasa khawatir kondisi fisik menurun jika kompetisi jeda terlalu lama. Bisa sia-sia latihan pramusim lalu. Tapi, semua tergantung pemain sendiri. Kalau selama libur tetap latihan di rumah, mungkin fisiknya gak terlalu ketinggalan,” ujar mantan pemain Borneo FC ini.

Saat ini, Nurdiansyah berada di kampung halamannya, Jombang. Dia menjalani latihan online dan mengirimkan video latihan ke tim pelatih.

Selain di rumah, terkadang bek berusia 21 tahun ini juga latihan di lapangan dan tempat fitnes. Untungnya di Jombang tidak masuk zona merah seperti Malang, sehingga beberapa tempat umum untuk latihan ada yang dibuka.

“Tempat fitness masih ada yang buka. Lapangan juga masih. Tapi, saya tetap jaga kebersihan,” sambungnya. 

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Cara Latihan Refleks Kiper Muda Arema FC, Andriyas Francisco di Dalam Rumah