Menetapkan Status Force Majeure, PSSI Persilakan Klub Ubah Kontrak Kerja Pemain

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 27 Mar 2020, 20:20 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 20:20 WIB
launching jersey Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Jakarta - PSSI merestui perubahan kontrak kerja pemain, pelatih, dan ofisial terkait pandemi virus corona yang sedang menjangkit di Indonesia. Keputusan itu dikeluarkan karena kompetisi Indonesia, termasuk Shopee Liga 1 2020, ditetapkan dalam status force majeure.

Dalam bocoran Surat Keputusan PSSI nomor 48/SKEP/III/2020 PSSI memutuskan agar klub Liga 1 dan Liga 2 melakukan perubahan kontrak kerja pemain, pelatih, dan ofisial. PSSI menyarankan agar klub membayar 25 persen dari total gaji untuk bulan Maret-Juni 2020.

"Klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani/disepakati antara klub dan pemain, pelatih, dan ofisial," bunyi keputusan PSSI.

"Atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja," bunyi keputusan tersebut.

Keputusan ini terpaksa diambil agar menjadi solusi terbaik bersama antara klub, pemain, pelatih, dan ofisial. Seperti diketahui, kompetisi yang berhenti membuat klub merugi karena tidak mendapatkan pemasukan di luar kerja sama sponsorship.

PSSI juga berencana untuk membuat keputusan seputar penjadwalan, format kompetisi, kewajiban klub, terhadap pihak ketiga, dan lainnya. Namun, hal itu bakal diatur dalam keputusan terpisah.

"Hal-hal teknis termasuk tidak terbatas pada penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub terhadap pihak ketiga, sistem promosi dan degradasi, akan diatur dalam Surat Keputusan yang Terpisah," tutup Surat Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

2 dari 3 halaman

Ditunda Sampai Akhir Mei

Shopee Liga 1 2020
Shopee Liga 1 2020 Logo. (Bola.com/Dody Iryawan)

PSSI resmi menghentikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai 29 Mei 2020. Keputusan itu diambil karena status darurat bencana terkait penyebaran virus corona.

Masa depan kompetisi musim ini akan ditentukan oleh sikap Pemerintah Republik Indonesia. Jika tidak ada perubahan, kompetisi siap dilanjutkan pada 1 Juli 2020.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓