Pelatih Bali United Berharap Pandemi COVID-19 Segera Berakhir

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 30 Mar 2020, 15:15 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 15:15 WIB
Indonesian Soccer Awards 2019

Bola.com, Denpasar - Shopee Liga 1 2020 kini hanya punya dua opsi, yaitu berlanjut setelah 1 Juli 2020 atau dibatalkan, di mana semua tergantung kebijakan pemerintah terkait status darurat bencana karena pandemi virus corona COVID-19. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, kini berharap agar pandemi tersebut bisa segera berakhir.

PSSI telah memutuskan untuk menetapkan Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 dalam status force majeure karena pandemi COVID-19. Berpedoman kepada pemerintah yang menetapkan status darurat bencana wabah penyakit hingga 29 Mei 2020, PSSI memutuskan status kahar tersebut.

Dalam surat keputusannya, PSSI menetapkan dua hal terkait keberlangsungan kompetisi. Pertama, Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 bakal dilanjutkan setelah 1 Juli 2020 jika pemerintah tidak mengubah durasi status darurat bencana yang kini mencapai 29 Mei. Kedua, Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 akan dibatalkan jika pemerintah memperpanjang durasi status darurat bencana di kemudian hari.

Kondisi pembatalan kompetisi tentu tidak diinginkan banyak insan sepak bola di Indonesia. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, berharap pandemi segera berakhir dan sepak bola bisa kembali bergulir.

"Mengenai penundaan kompetisi Liga 1, saya rasa cukup bijak untuk sekarang. Tentu kami berharap permasalahan virus corona bisa cepat selesai. Dengan begitu, semua hal termasuk sepak bola bisa kembali seperti semula," ujar pelatih yang karib disapa Teco itu.

Teco dan manajemen Bali United telah meliburkan para pemain dari aktivitas latihan. Mereka masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020 dan juga Piala AFC 2020.

2 dari 3 halaman

Berada di Rumah dan Ikut Menyepi

Piala Presiden 2019 : Bali United Vs Semen Padang
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, saat melawan Semen Padang pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Jawa Barat, Senin (11/3). Bali United menang 2-1 atas Semen Padang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Baru-baru ini masyarakat Bali memperingati Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 25 Maret. Momen ini memang merupakan sebuah budaya yang sudah berlangsung sejak lama di Bali, di mana pada hari itu semua masyarakat Bali tidak beraktivitas di luar rumah.

Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19. Semua masyarakat di Indonesia memang dianjurkan tetap berada di dalam rumah bersama dengan keluarga.

Teco pun menikmati momen tersebut. Pelatih Bali United itu juga menegaskan menghormati budaya yang ada di Bali, termasuk Hari Raya Nyepi.

"Saat Nyepi, saya bersama istri dan kedua anak tetap berada di Bali. Kami mengikuti aturan untuk tidak beraktivitas di luar rumah dan menghidupkan lampu. Pastinya kami sangat respek dengan budaya di Bali, termasuk Hari Raya Nyepi," ujar mantan pelatih Persija Jakarta itu.

 

Sumber: Bali United

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓