Gaji Bulan Maret Dibayar 25 Persen, Pemain Persik Bergejolak

Oleh Gatot Susetyo pada 31 Mar 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 31 Mar 2020, 20:30 WIB
Persebaya vs Persik Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Kediri - Skuat Persik Kediri bergejolak setelah ada rencana kebijakan pemotongan gaji pada bulan Maret, karena kompetisi dihentikan akibat wabah virus corona.

Pelatih dan pemain dilanda keresahan menyusul rencana manajemen yang akan membayar gaji bulan Maret sebesar 25 persen. Kebijakan ini memang ambigu dan tendensius.

Alasan manajemen membayar hak skuat Macan Putih sebanyak itu berdasar edaran PSSI yang menyarankan klub-klub Shopee Liga 1 2020 memberikan gaji 25 persen untuk periode Maret-Juni.

"Dasar yang dipakai pengurus dari keputusan PSSI. Katanya, kalau mereka tak mematuhinya akan dimusuhi klub-klub lain. Ini sangat aneh," kata pemain yang minta namanya dirahasiakan.

Sementara, suara dari kubu pemain ingin gaji bulan Maret dibayar seratus persen. Mereka telah bekerja dengan memainkan dua pertandingan, latihan bersama tim selama sepekan, dan latihan mandiri di rumah saat kompetisi resmi dihentikan PSSI.

"Kami menuntut gaji Maret dibayar penuh karena selama sebulan, kami sudah kerja. Dua kali Persik bertanding, latihan seminggu, dan latihan di rumah dengan mengirim video sebagai buktinya. Aneh kalau kami hanya dibayar 25 persen," tutur pemain tersebut.

2 dari 3 halaman

Jangan Ditelan Mentah-mentah

Penghentian Kompetisi Karena Corona
Penghentian Kompetisi Karena Corona (Bola.com/Adreanus Titus)

Menurut pemain tersebut, tidak semua keputusan PSSI ditelan mentah-mentah. Semua harus disesuaikan dengan aktivitas pemain di klub masing-masing kontestan Liga 1.

"Persipura dan Persiraja membayar penuh hak pemain untuk bulan Maret. Padahal pemain di dua klub itu langsung libur usai menjalankan pertandingan pekan ketiganya," ujarnya.

Ia memahami bila bulan April hingga Juni dibayar 25 persen. "Kalau tiga bulan berikutnya dibayar 25 persen, kami bisa menerima karena kami memang tidak bekerja. Meski kami tetap latihan mandiri di rumah masing-masing," ucapnya.

Pilar Persik itu juga menolak bila manajemen mengambil keputusan pembayaran Maret itu lewat perwakilan.

"Semua pelatih dan pemain harus dikumpulkan. Kami tak setuju lewat perwakilan. Karena kami tak pernah menunjuk salah satu pemain sebagai wakil kami. Jika kondisi Corona tak memungkinkan bertemu, manajemen bisa melakukan teleconference," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓