Striker Legendaris Arema Beri Bukti Masih Ikuti Perkembangan Kota Malang

Oleh Iwan Setiawan pada 01 Apr 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 01 Apr 2020, 13:30 WIB
Shopee Liga 1 : Tira Persikabo Vs Arema FC

Bola.com, Malang - Masih ingat dengan Franco Hita? Striker legendaris Arema FC asal Argentina itu ternyata sampai saat ini masih menaruh hati dengan Kota Malang.

Pada Rabu (1/4/2020), dia menyampaikan ucapan ulang tahun untuk Kota Malangke-106 lewat unggahan video di Instagramnya. 

“Saya mau mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kota Malang. Saya harap satu hari nanti bisa kembali. Salam dari Argentina,” katanya.

Ucapan itu jadi bukti kalau dia masih menaruh hati untuk kota yang pernah ditinggalinya kurang lebih lima tahun. Hita membela dua tim di Malang, Arema FC dan Persema Malang dalam kurun waktu 2003-2007.

Tapi, striker garang ini lebih dikenal sebagai pemain legendaris tim Singo Edan. Dia juga masih banyak dipuja oleh Aremania hingga saat ini. Instagramnya yang bernama Locohita banyak diikuti oleh pendukung fanatik Arema.

“Sampai sekarang saya masih mengikuti perkembangan Arema dan sepakbola di Indonesia. Lewat berbagai media,” kata pria yang kini berusia 41 tahun itu.

Hita punya momen manis dengan Arema FC. Dia ikut mempersembahkan trofi Copa Indonesia di tahun 2005. Dia mencetak satu gol di laga final dan membuat Arema menang 4-3 dari Persija Jakarta. Hal itu juga yang membuatnya dipuja Aremania.

2 dari 3 halaman

Tato Singa

Arema FC Logo
Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Selain itu, ada satu ciri khas lain yang dimiliki Hita. Dia membuat tato kepala singa yang jadi maskor Arema di lengan kanannya. Tato itu dibuat saat dia membela Arema.

Setelah mencetak gol, Hita melakukan selebrasi dengan membuat lengan bajunya untuk memperlihatkan tato tersebut. Itu jadi bukti lain jika dia sangat mencintai Arema.

Hita juga membela klub lain di Indonesia, yakni Persita Tangerang, Persela Lamongan dan Mitra Kukar.

Setelah itu, Hita sempat berpetualang di Liga Thailand dengan membela Chiangrai United musim 2013. Setelah itu, dia pulang ke Argentina dan mulai menekuni dunia kepelatihan. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓