Gaji Dipotong 75 Persen, Barito Putera Sindir Subsidi dari PSSI dan PT LIB yang Belum Cair

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 01 Apr 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 01 Apr 2020, 19:30 WIB
Barito Putera Logo

Bola.com, Jakarta - Tak ada kompensasi apapun dari PSSI setelah kebijakan pemotongan gaji pemain hingga 75 persen untuk masa Maret-Juni 2020 diterbitkan. PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 bahkan belum mencairkan dana subsidi untuk Maret 2020.

"Belum ada kompensasi dari PSSI. Bahkan subsidi dari PT LIB untuk Maret 2020 saja sampai dengan kemarin tidak ada kejelasan," ujar deputi manajer Barito Putera, Iksan Kamil, dinukil dari laman klub.

Disepakati bahwa subsidi untuk peserta Shopee Liga 1 musim ini sebesar Rp5,2 miliar. Umumnya, dana tersebut diberikan kepada klub secara berkala.

Iksan Kamil menerangkan timnya juga akan patuh dengan keputusan PSSI yang merestui setiap klub Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk membayarkan gaji para pemainnya maksimal 25 persen. Aturan ini dibuat untuk menyesuaikan kondisi finansial tim ketika kompetisi ditangguhkan.

"Sikap Barito Putera tentu akan patuh dan menjalani instruksi dari PSSI. Akan kami komunikasikan juga ke pemain, pelatih, dan ofisial. Sejauh ini memang belum ada. Tapi secepatnya akan kami komunikasikan," imbuh Iksan Kamil.

2 dari 3 halaman

Gaji Direvisi, Durasi Kontrak Belum

Liga 1 2019 : Persija Jakarta Vs Barito Putra
Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kata Iksan Kamil, revisi kontrak Barito Putera dengan pemain mencakup pembayaran gaji. Untuk kemungkinan memperpendek durasi kesepakatan, manajemen tim berjulukan Laskar Antasari itu menanti instruksi lebih lanjut dari PSSI.

"Revisi kontrak sesuai dengan surat dari PSSI lebih ke masalah pembayaran gaji 25 persen. Sedangkan periode kontrak maupun yang lainnya kami akan melihat perkembangan situasi maupun instruksi berikutnya dari PSSI," tutur Iksan Kamil.

"Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi. Tapi karena dengan kondisi seperti ini, kami semua harus bisa mencari jalan yang paling baik untuk klub dan elemennya," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓