Charis Yulianto: Tidak Ada Istilah Libur Total di Arema FC

Oleh Ario Yosia pada 02 Apr 2020, 09:40 WIB
Diperbarui 02 Apr 2020, 09:40 WIB
MILO Football Clinic Day, Sepak Bola Anak, Legenda Timnas Indonesia
Mantan pemain Timnas Indonesia, Charis Yulianto, memberikan pelatihan kepada pesepak bola cilik di Lapangan Simprug, Sabtu (16/12/2017). Legenda sepak bola Indonesia ikut berpartisipasi pada MILO Football Clinic Day. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto tersebut berharap anak-asuhnya tetap menjaga kondisi mereka selama liburan kompetisi imbas wabah virus corona COVID-19.

"Saya harap, seluruh pemain harus tetap aktif. Jangan sampai libur total," kata Charis Yulianto.

"Mereka harus bisa menjaga kondisi. Apalagi, kami kan tak bisa memantau mereka secara ketat. Paling tidak, dalam sepekan, mereka tiga sampai empat kali berlatih. Tentunya juga dengan tetap memperhatikan kondisi wabah saat ini," sambungnya.

Sebelumnya, kembali tertundanya jadwal kompetisi Shopee Liga 1 2020 membuat Arema FC harus mengubah jadwal mereka. Klub berlogo singa mengepal tersebut memilih untuk meliburkan timnya sampai 5 Mei mendatang.

PSSI sendiri telah memastikan bahwa Bulan Maret, April, Mei, dan Juni merupakan status keadaan tertentu darurat bencana. Hal ini tak lepas dari merebaknya persebaran virus corona di Indonesia.

Dengan status ini, PSSI mengizinkan perubahan kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim peserta kompetisi. Gaji komponen tim ini maksimal 25 persen dari yang tercantum di kontrak.

Selain itu, dalam keputusan tersebut, PSSI juga menunda jadwal lanjutan kompetisi sampai 29 Mei 2020. Jika status darurat bencana tidak diperpanjang pemerintah, kompetisi akan dihelat mulai 1 Juli 2020.

Namun, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana, atau PSSI menganggap kondisi belum ideal, maka musim kompetisi ini akan dihentikan.

 

2 dari 3 halaman

Hingga 5 Mei

Arema FC
Pelatih Arema, Mario Gomez, didampingi asistennya, Charis Yulianto, dalam latihan pertama Arema yang dihadiri ribuan suporter Aremania di Stadion Gajayana, Malang (16/1/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Menurut Charis, tim pelatih Arema FC memiliki alasan khusus di balik penentuan 5 Mei sebagai hari terakhir libur. Ia menyebut, tim juga harus menyiapkan diri untuk mengantisipasi jika kompetisi dilanjutkan pada awal Juli mendatang.

"Jadi, kami simpulkan sebelum Lebaran sudah bisa kembali berlatih. Namun, semua tetap tergantung situasi," tutur Charis.

"Semoga kondisi wabah ini lekas bisa ditangani," imbuhnya.

Beberapa pemain Arema FC seperti Ridwan Tawainella kini sudah terbang ke Maluku. Begitu juga pemain luar kota lainnya.

Padahal dua hari lalu, Media Officer Arema, Sudarmaji berharap semua pemain tetap berada di Malang. Mereka diharapkan tidak banyak beraktivitas di luar rumah lagi. Namun dengan adanya penundaan latihan, manajemen tidak bisa menahan pemain lagi.

"Sekarang latihan secara online sedang disusun. Jadi pelatih akan memberikan program yang nantinya akan disampaikan secara online," sambung Sudarmaji tanpa memberikan informasi lebih lanjut seperti apa latihan daring yang dimaksudnya.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah, Published 1/4/2020)

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓