Bek Sayap Persib Ajak Bobotoh Patuhi PSBB di Bandung Raya

Oleh Ario Yosia pada 23 Apr 2020, 19:20 WIB
Diperbarui 23 Apr 2020, 19:20 WIB
Zalnando (Persib Bandung)
Zalnando jadi pemain baru Persib mulai musim 2019. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Jakarta - Saat ini hingga dua pekan kedepan, masyarakat yang berada di kawasan Bandung Raya tengah menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tak terkecuali dengan pemain belakang Persib Bandung, Zalnando.

Zalnando yang merupakan warga Kota Cimahi ini sangat mendukung sekali program pemerintah mengenai PSBB.

Dengan begitu, mantan pemain Sriwijaya FC tersebut siap mematuhi anjuran pemerintah agar bisa memutus mata rantai pandemi virus corona COVID-19.

"Soal PSBB di Bandung, Cimahi dan sekitarnya hari ini tentu bagus. Program ini bagus untuk kita semua agar terhindar terpapar virus Corona. Kita ikuti saja untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi ini," ucap pria kelahiran 23 Desember 1996 tersebut.

Program PSBB saat ini dilakukan karena jumlah positif terpapar virus corona terus bertambah. Bahkan, di Kota Cimahi yang ia cintai pun sudah ada warganya yang terserang virus covid 19 ini.

"Karena ya sekarang juga di Cimahi juga ada yang positif juga ya. Jadi ini langkah antisipasi yang cepat dari pemerintah Provinsi Jabar dan Pemkot Cimahi," ujar sang pemain seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Untuk itu, Zalnando meminta agar bobotoh untuk tetap berada di rumah selama pandemi ini belum berakhir. Dia pun mengaku kegiatan latihan selama mandiri betul-betul di lakukan di rumah.

Namun demikian, Zalnando tetap menilai latihan mandiri yang dijalaninya saat ini berbeda program latihan sebelumnya yang digelar bersama rekan-rekannya di lapangan.

2 dari 3 halaman

Latihan di Rumah dengan Serius

Persib Bandung vs Arema
Bek sayap Persib, Zalnando mengawal pemain Arema, Ridwan Tawainella, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang (12/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Meski begitu, menurut pemain kelahiran 25 Desember 199 itu jika program latihan mandiri yang diberikan pelatih dijalankan dengan maksimal, maka intensitasnya tidak jauh berbeda dengan berlatih bersama tim.

"Intensitas menurut saya tergantung diri sendiri di rumah, bagaimana menjalani latihannya. Kalau benar-benar kita jalani program latihan dari pelatih dengan serius dan seksama, intensitasnya tidak akan jauh berbeda dengan latihan bareng tim," kata Zalnando.

Zalnando menuturkan, sebelum kompetisi Liga 1 2020 kondisi fisiknya sudah berada dalam level siap bertanding. Sehingga, saat ini ia berusaha menjaga kebugarannya agar tidak terlalu menurun.

Sehingga, saat tim beraktivitas kembali, pemain asal Cimahi ini tidak terlalu sulit untuk menaikan kondisi fisiknya agar berada dalam level siap bertanding.

"Bagaimana pun latihan di rumah pasti beda dengan latihan tim. Tapi saya tetap menjaga ritme, sayang sudah latihan sama-sama namun akhirnya harus berhenti karena wabah ini," katanya.

Sementara itu, aktivitas tim Persib sudah diliburkan sejak 24 Maret 2020 atau sepekan setelah pertandingan pekan ketiga Liga 1 2020 menghadapi PSS Sleman akibat adanya pandemi virus corona.

Saat ini, skuat Maung Bandung masih menunggu informasi selanjutnya dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait masa depan kompetisi. Karena informasi terakhir, jika kondisi Indonesia mulai membaik dalam waktu dekat, kemungkinan Liga 1 2020 akan kembali bergulir awal Juni 2020.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Kiper Persita Tangerang, Annas Fitrianto Tetap Bugar Jelang Kembalinya Shopee Liga 1 2020