Subsidi dari PSSI Macet, Klub-klub Kontestan Shopee Liga 1 2020 Gelisah

Oleh Ario Yosia pada 29 Apr 2020, 17:10 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 17:20 WIB
launching jersey Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Jakarta - Klub-klub Shopee Liga 1 2017 mulai dibuat gelisah dan berniat menyurati PSSI dan PT Liga Indonesia Baru, sebagai operator kompetisi profesional Indonesia untuk mencari kejelasan.

Mereka berencana kembali mempertanyakan pencairan subsidi Bulan Maret yang sampai saat ini belum jelas juntrungannya.

"Kemungkinan, kami akan berkirim surat. Ini menyusul belum diresponnya surat penagihan kami untuk subsidi Bulan Maret," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

"Kami akan kembali meminta respon soal ini," sambungnya.

Ruddy menyebut bahwa kompetisi memang terhenti akibat pandemi corona. Namun, menurut manajer berusia 48 tahun ini, klub-klub sudah sempat bertanding pada Bulan Maret lalu.

"Liga kan mulai pada akhir Februari dan terhenti pada medio Maret. Jadi, paling tidak, kami minta berapa persenlah jika memang tak bisa penuh," tuturnya.

"Kalau memang bisa terealisasi, tentu akan sangat membantu," Ruddy menambahkan.

Sebelumnya, PSSI memastikan bahwa Bulan Maret, April, Mei, dan Juni merupakan status keadaan tertentu darurat bencana. Hal ini tak lepas dari merebaknya persebaran virus Corona di Indonesia.

Dengan status ini, PSSI mengizinkan perubahan kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim peserta kompetisi. Gaji komponen tim ini maksimal 25 persen dari yang tercantum di kontrak.

2 dari 3 halaman

Masa Depan Kompetisi

launching jersey Shopee Liga 1 2020
Pemain Arema FC, Aji Saka, memamerkan jersey tim Arema FC saat launching Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (24/2). Sebanyak 18 klub pamerkan jersey untuk kompetisi Shopee Liga 1 2020. (Bola.com/Yoppy Renato)

Selain itu, dalam keputusan tersebut, PSSI juga menunda jadwal lanjutan kompetisi sampai 29 Mei 2020. Jika status darurat bencana tidak diperpanjang pemerintah, kompetisi akan dihelat mulai 1 Juli 2020.

Namun, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana, atau PSSI menganggap kondisi belum ideal, maka musim kompetisi ini akan dihentikan.

Selain itu, sebagai salah satu akibat penghentian kompetisi ini, klub-klub tak lagi mendapat subsidi dari operator. Padahal, bagi sejumlah klub, subsidi ini sangat berarti di tengah mandeknya industri sepak bola akibat pandemi Corona.

Lebih lanjut, Ruddy mengaku mendapat informasi bahwa PSSI memiliki syarat sebelum merespon permintaan klub-klub Liga 1 ini. Mereka, sambungnya, menanti Rapat Umum Pemegang Saham PT LIB, baru akan merespon surat ini.

"Dari beberapa rekan, Ketum PSSI enggan menagih ke pihak ketiga jika belum ada RUPS," papar Ruddy.

"Kami berharap dalam satu-dua hari mendatang rekan-rekan bisa mengajukan hal ini dan mendapat respons," ia menandaskan.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah, Published 29/4/2020)

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓