Kelanjutan Kompetisi Masih Gelap, Striker Bali United Banting Setir Jadi Pedagang di Makassar

Oleh Ario Yosia pada 29 Apr 2020, 18:20 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 18:20 WIB
Rahmat, Bali United
Selebrasi Rahmat usai membobol gawang Tampines Rovers pada babak kualifikasi Liga Champions Asia. Bali United menang 5-3. (Dok. Bali United)

Bola.com, Jakarta - M. Rahmat angkat bicara soal kesibukan barunya selama pulang ke kampung halaman akibat mandeknya kompetisi Shopee Liga 1 2020. Selain berlatih demi menjaga kondisi fisiknya, penyerang Bali United ini juga membantu sang istri mengembangkan usahanya di Makassar.

"Selama ini saya fokus latihan sesuai program tim pelatih dalam menjaga kondisi fisik saya," kata Rahmat.

"Selain itu, saya juga membantu istri yang kebetulan punya toko baju syar'i di pusat perbelanjaan grosir di Makassar," sambungnya.

Rahmat sendiri sebelumnya sempat berpikir bakal menjalani Bulan Ramadhan ini di Bali. Namun, bayangannya ini buyar.

Akibat pandemi corona, kompetisi Shopee Liga 1 2020 akhirnya harus mandek. Selain itu, para penggawa Bali United sendiri harus pulang ke kampung halaman masing-masing.

"Saya pikir tahun ini akan menjalani puasa di tempat baru, tapi ternyata saya kembali lagi ke Makassar menjalani puasa bersama keluarga," ujar Rahmat.

Sebelumnya, PSSI memastikan bahwa Bulan Maret, April, Mei, dan Juni merupakan status keadaan tertentu darurat bencana. Hal ini tak lepas dari merebaknya persebaran virus Corona di Indonesia.

Dengan status ini, PSSI mengizinkan perubahan kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim peserta kompetisi. Gaji komponen tim ini maksimal 25 persen dari yang tercantum di kontrak.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

2 dari 3 halaman

Fokus Ibadah Puasa

Muhammad Rahmat
Pemain anyar Bali United, Muhammad Rahmat, berjanji akan memberikan penampilan terbaik. (dok. Bali United)

Selain itu, dalam keputusan tersebut, PSSI juga menunda jadwal lanjutan kompetisi sampai 29 Mei 2020. Jika status darurat bencana tidak diperpanjang pemerintah, kompetisi akan dihelat mulai 1 Juli 2020.

Namun, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana, atau PSSI menganggap kondisi belum ideal, maka musim kompetisi ini akan dihentikan.

Menurut Rahmat adanya pagebluk corona ini membuat semua hal berubah. Salah satunya, sambung pemain berusia 31 tahun ini, adalah dalam melaksanakan ibadah pada Ramadhan tahun ini.

"Yang jelas tahun ini suasana berbeda dengan masa puasa tahun sebelumnya. Semua rangkaian ibadah dilakukan di rumah," kata Rahmat.

"Saya dan istri juga sudah mempersiapkan diri dalam menjalani ibadah puasa tahun ini. Rencana dan hal baik juga sudah kami persiapkan dalam menyambut hari raya Lebaran tahun ini bersama keluarga di Makassar," sambung eks penggawa PSM Makassar ini.

 

Sumber asli: Bali United

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah, Published 29/4/2020)

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat