PT LIB Minta Masukan Klub Terkait Nasib Kompetisi, PSIS Menagih Utang

Oleh Vincentius Atmaja pada 30 Apr 2020, 19:15 WIB
Diperbarui 30 Apr 2020, 19:15 WIB
PSIS Semarang Shopee Liga 1 2019

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang bersuara mengenai nasib kelanjutan Shopee Liga 1 2020. Operator kompetisi, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengirim surat ke klub kontestan Shopee Liga 1.

Klub peserta kompetisi diminta memberikan masukan untuk dijadikan acuan solusi yang terbaik. Diketahui, kompetisi sepak bola Indonesia dalam status force majeure akibat wabah virus corona, sampai masa darurat diberlakukan pada akhir bulan Mei 2020.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi berharap kompetisi Liga 1 2020 kembali dilanjutkan. Pasalnya, roda kompetisi dan pertandingan menjadi napas kehidupan pelaku sepak bola, termasuk bagi tim Laskar Mahesa Jenar.

"Bicara keinginan, semua pasti ingin kompetisi tetap lanjut. Tapi tidak sesederhana itu. Mengenai surat dari LIB, kami minta segera ada kejelasan, artinya lanjutan Liga ini mau seperti apa?," kata Yoyok Sukawi saat dihubungi Bola.com, Kamis (30/4/2020).

"Pelaksanaan Pekan olahraga Nasional (PON) 2020 harus ditunda satu tahun, dampaknya pasti ikut ke sepak bola profesional. Sekarang PON saja ditunda masak kompetisi malah dilanjutkan," ungkapnya.

Pihaknya juga menyinggung tentang beban utang yang masih ditanggung LIB kepada PSIS Semarang. Yoyok berharap LIB ikut membantu klub yang tengah kesusahan saat kompetisi berhenti.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

2 dari 3 halaman

Menagih Utang LIB Tahun 2017 dan 2018

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukaw
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (kiri) bersama kapten tim Hari Nur Yulianto. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Ia mengaku bahwa LIB masih punya utang kepada PSIS Semarang pada kompetisi musim 2017 dan 2018. Hanya, Yoyok enggan membeberkan nominalnya. Untuk musim 2019, utang LIB kepada PSIS dipastikan sudah beres.

"Mau menyelesaikannya seperti apa? Karena klub sangat membutuhkan saat ini, jadi mohon juga dibantu. Kami tidak bicara subsidi, utangnya PT Liga jauh lebih besar dari nilai subsidi," kata Yoyok.

"Makanya kami menanyakan itu agar LIB berhitung, sebenarnya kemampuannya berapa. Namun intinya kejelasan tentang kompetisi menjadi fokus pembahasan. Karena mereka pasti berkoordinasi dengan pemerintah seperti Kemenpora atau kepolisian, pasti sudah punya petunjuk-petunjuk," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓