Wawancara Eksklusif Gelandang PSS Derry Rachman: Mumpung Liga 1 Libur, Mancing di Tengah Laut sampai Jam 2 Pagi

Oleh Vincentius Atmaja pada 05 Mei 2020, 03:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 03:00 WIB
Derry Rachman Noor
Gelandang sayap PSS Sleman, Derry Rachman Noor. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Untuk sementara ini para pelaku sepak bola Indonesia sedang jauh dari kebiasaannya mengolah si kulit bundar. Wabah virus corona memaksa masyarakat dibatasi aktivitasnya.

Termasuk penghentian kompetisi Shopee Liga 1 2020 sejak pertengahan bulan Maret lalu. Para pelaku sepak bola sedang menggeluti kegiatan di bidang lain, termasuk untuk mengisi kesibukannya.

Satu diantara punggawa PSS Sleman, yakni wing bek kiri Derry Rachman Noor bercerita mengenai aktivitasnya di tengah suasana kompetisi berhenti akibat pandemi virus corona.

Diketahui skuat tim Elang Jawa telah diliburkan sejak 23 Maret 2020, atau ketika federasi memastikan kompetisi ditangguhkan sampai masa darurat berakhir. Derry Rachman memilih kembali pulang ke kampung halaman di Bontang Kuala, Kalimantan Timur.

Dengan blak-blakan ia menceritakan kegiatannya selama di rumah. Tentunya kegiatan yang bersifat positif termasuk menyalurkan hobi yang memang ia gemari.

Berikut ini petikan wawancara Bola.com dengan Derry Rachman seputar kegiatannya sehari-hari di tengah pandemi COVID-19.

 

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

2 dari 7 halaman

Apa saja aktivitasnya selama berhentinya kompetisi?

Aktivitas saya selalu sibuk, saking sibuknya ya di rumah saja. Artinya saya tetap mengedepankan stay at home, sesuai anjuran pemerintah untuk social distancing.

Olahraga tetap yang nomor satu karena sebagai seorang atlet. Seperti bersepeda keliling kompleks dan melakukan latihan yang diberikan pelatih sebagai pekerjaan rumah selama libur.

Latihan sendiri di rumah, paling sering adalah sit up, push up, strength, speed-speed kecil. Kegiatan tersebut yang masih bisa dilakukan di rumah.

Kemudian hampir setiap hari bersepeda dengan teman saya, keliling kompleks biasanya durasi satu jam dan dapat jarak tempuh 17 kilometer.

3 dari 7 halaman

Hobi apa yang disalurkan selama kompetisi dihentikan?

Memancing, itu menjadi hobi saya sejak kecil. Kebetulan rumah saya di Bontang Kuala, belakang rumah sudah ada empang yang banyak ikannya.

Kampung tempat saya tinggal seperti kawasan pesisir pantai, sehingga banyak sekali ikan. Kebanyakan ikan laut, karena kampung pesisir seperti ikan Baronang, Kakap, atau Tengiri. Setiap kali pergi memancing dapat banyak, bisa satu ember.

Kadangkala kami cari ikan dengan nyuluh yakni dibantu lampu senter sehabis tarawih, naik perahu ke tengah laut, pulang jam 2 dini hari. Untuk dijadikan lauk saat berbuka puasa. Ada juga kepiting, cumi-cumi banyak sekali aneka seafood pokoknya.

 

4 dari 7 halaman

Sudah mulai merintis usaha sampingan selain dari sepak bola?

Berpikir untuk mulai merintis usaha sudah ada, hanya harus hati-hati, perlu dipertimbangkan dengan matang. Semua harus bertahap.

Untuk saat ini saya ingin mengembangkan bidang bahan kebutuhan pokok. Salah satu impian saya punya kios sembako di rumah

Bidang lain sudah dimulai dengan memanfaatkan tanah punya ayah saya. Yakni membangun lapangan futsal, lokasinya di Paser, calon Ibukota negara. Proses pembangunan sudah mencapai 60 persen, tinggal pasang jaring keliling.

Namun untuk sementara berhenti pembangunannya karena COVID-19. Seharusnya sudah selesai sebelum lebaran kalau tidak ada wabah seperti sekarang ini.

 

5 dari 7 halaman

Harapan untuk kompetisi Liga Indonesia di tahun 2020?

Dengan keadaan seperti ini mau dipaksakan juga bagaimana. Kalau bisa, ada kebijaksanaan dari federasi untuk ikut memikirkan nasib kita sebagai pemain sepak bola.

Bagaimana baiknya orang atasan di federasi untuk nasib para pemain sepak bola. Kalaupun ada turnamen saya rasa juga positif, artinya kami bisa memperpanjang sumber pemasukan kami yang bergantung dari sepak bola.

 

6 dari 7 halaman

Adakah pembicaraan khusus oleh manajemen klub PSS di tengah kompetisi berhenti?

Informasi terakhir adalah pemain dikumpulkan kembali pada 1 Juni 2020. Dengen pedoman bahwa masa darurat wabah virus corona berakhir di tanggal 29 Mei.

Kalau ada turnamen, mudah-mudahan gaji kami kembali penuh. Terus terang saya sudah sangat rindu bermain di lapangan. Mungkin saat ada kompetisi inginnya tidak perlu ada latihan, tepi sekerang sudah sangat ingin merumput lagi.

Sementara pesan dari coach bahwa setiap pemain tetap dapat menjaga kondisi fisik dengan baik. Agar tidak terlalu drop ketika kompetisi kembali dilanjutkan. Begitu juga dengan teman-teman, kami selalu komunikasi untuk sekadar menanyakan kabar dan apa kesibukan sekarang.

7 dari 7 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓