Didi Kempot Hampir Membuat Anthem untuk Persis Solo

Oleh Vincentius Atmaja pada 05 Mei 2020, 16:15 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 16:15 WIB
Mendapat Julukan The Godfather of Brokenheart

Bola.com, Solo - Persis Solo dan Pasoepati berduka atas kepergian Didi Kempot untuk selamanya. Dalam berbagai kesempatan konser di wilayah Solo dan sekitarnya, tidak sedikit anggota Pasoepati yang turut hadir.

Ketika Pasoepati beraksi mendukung tim kesayangannya tampil di Stadion Manahan, mereka menyanyikan beberapa lagu karya Didi Kempot. Sebagai contoh nyanyian khas Pasoepati yang mengadopsi lagu legendaris asli ciptaan Didi Kempot seperti Cucak Rowo dan Sewu Kutho.

Dengan melihat kedekatan suporter dengan karya-karya Didi Kempot, manajemen klub Persis Solo sempat berniat menggandeng sang maestro campursari.

Tepatnya pada awal persiapan musim 2020, saat pengelolaan tim Laskar Sambernyawa berpindah tangan dari Sigid Haryo Wibisono ke pengusaha Jakarta, Vijaya Fitriyasa.

Manajemen Persis memiliki gagasan melibatkan seniman di Kota Bengawan termasuk Didi Kempot untuk adanya sebuah lagu khusus bagi klub yang berusia 97 tahun ini.

"Musim lalu, pernah ada pembahasan untuk berkolaborasi melibatkan seniman atau musisi di Solo untuk membuat Anthem spesial Persis Solo di acara ulang tahun klub. Salah satunya adalah Didi Kempot," kata Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo kepada Bola.com.

Saat ini, Persis Solo memiliki sebuah lagu anthem dengan judul Satu Jiwa yang diciptakan oleh band asal Solo yakni The Working Class Symphoni. Lagu cukup populer di sepak bola Indonesia.

2 dari 3 halaman

Mewakili Suporter

[Fimela] Didi Kempot
(Bayu Herdianto/KapanLagi)

Karya-karya sang The Godfather of Broken Heart begitu sering terdengar di sejumlah pertandingan, tidak hanya bagi suporter Persis. Ini menjadi bukti Didi Kempot juga adalah idola bagi banyak orang.

"Karya-karya beliau sering dinyanyikan suporter Indonesia. Tidak hanya suporter di Solo, beberapa suporter kota lain pun juga banyak menyanyikan lagunya," tutur Aulia Haryo.

"Lagu yang gampang masuk telinga dan lirik lagunya mewakili aspirasi teman-teman suporter dan dinyanyikan saat pertandingan," jelas pria yang lebih akrab disapa Rio.

Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020) pagi karena serangan jantung.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓