Petinggi Madura United Kirim Masukan terkait Kisruh PT LIB

Oleh Aditya Wany pada 09 Mei 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 09 Mei 2020, 08:00 WIB
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi

Bola.com, Bangkalan - Petinggi Madura United angkat bicara terkait kisruh internal yang kini sedang mendera operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Kinerja Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri, disoroti karena dinilai telah melakukan nepotisme dalam penunjukkan tiga direktur. Situasi ini terus mendapat sorotan dari publik dan melahirkan gelombang protes. 

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, ikut angkat bicara dengan situasi ini. Dia lebih condong menyoroti kinerja PSSI sebagai organisasi yang menunjuk dan mendapuk direktur utama PT LIB.  

Dia menyarankan agar kandidat Direktur PT LIB ditunjuk dari luar PSSI, sehingga federasi tidak ikut terlibat dalam pengurusan maupun eksekusi kerja operator kompetisi tersebut. Achsanul Qosasi mengingatkan bahwa marwah PSSI adalah pembuat aturan dan hukum.

“Dirut PT LIB jangan dari unsur pengurus (Exco PSSI). Sebaiknya direkrut dari kalangan profesional. Silahkan PSSI buat aturan, arah dan tujuaan PT Liga, yang dijalankan orang lain. Sehingga menegur atau memecatnya enak,” ungkap pria yang akrab disapa AQ itu. 

“Sebenarnya PSSI Itu ribet dengan urusannya sendiri. PSSI itu tugasnya membuat aturan dan hukuman, yang menjalankan orang lain,” imbuh pria asli Sumenep tersebut.  

Kondisi bermula saat tiga direksi PT Liga Indonesia Baru merasa resah dengan kondisi internal perusahaan dan mengirim surat kepada PSSI. Mereka adalah Sudjarno (Direktur Operasional), Rudi Kangdra (Direktur Bisnis), dan Anthony Chandra Kartawiria (Direktur Keuangan) tak puas dengan kepemimpinan Cucu Somantri selaku Direktur Utama LIB. 

2 dari 3 halaman

Selesaikan di Internal

Haruna Soemitro
Manajer Madura United sekaligus anggota Komite Eksekutif PSSI 2019-2023, Haruna Soemitro. (Bola.com/Aditya Wany)

Direktur Madura United, Haruna Soemitro, memandang seharusnya hal seperti itu tidak terjadi. Urusan internal perusahaan seharusnya bisa diselesaikan dalam lingkup internal.

“Tontonan atau kejadian-kejadian yang terjadi antara PSSI dan PT LIB bikin saya geli. Komunikasi kok pakai saling kirim surat cinta dan saling menggalang dukungan dengan memberi tembusan ke semua klub,” ujar Haruna. 

Haruna, yang saat ini juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI, merasa kesal dengan tiga direktur tersebut. Dia menilai ketiganya tak layak terlibat di perusahaan yang berafiliasi kepada PSSI. 

“Aturan mana ada direksi bisa membuat mosi tidak percaya kepada direktur utama? Jika ada masalah di perusahaan itu kenapa tidak dilaporkan ke komisaris?" ucap pria berusia 55 tahun tersebut.   

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓